Suku Togutil di Maluku Utara, Mendadak Muncul dan Memanah Warga

Suku Togutil atau juga dikenal sebagai suku Tobelo Dalam adalah kelompok etnis yang hidup di hutan-hutan secara nomaden.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Suku Togutil atau juga dikenal sebagai suku Tobelo Dalam adalah kelompok etnis yang hidup di hutan-hutan secara nomaden. 

Suku Togutil di Maluku Utara, Mendadak Muncul dan Memanah Warga

TRIBUNKALTIM.CO - Suku Togutil atau juga dikenal sebagai suku Tobelo Dalam adalah kelompok etnis yang hidup di hutan-hutan secara nomaden.

Mereka mendiami kawasan sekitar hutan Totodoku, Tukur-Tukur, Lolobata, Kobekulo dan Buli yang termasuk dalam Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Togutil sendiri memiliki makna konotatif yang berarti terbelakang.

 

Kehidupan mereka juga masih bergantung pada hutan dan bermukim di sekitar pinggiran sungai.

Komunitas Togutil yang bermukim di sekitar Sungai Dodaga ada sekitar 42 rumah tangga.

Rumah-rumah mereka pun terbuat dari kayu, bambu dan hanya beratap daun palem.

Baca juga: Tradisi Ekstrem Suku Dani, Potong 1 Jari Setiap Ada Keluarga yang Meninggal

Baca juga: 5 Suku Misterius di Dunia yang Belum Pernah Berinteraksi dengan Dunia Luar

Suku pedalaman ini memang masih menutup diri dari peradaban modern.

Tak heran jika keberadaan mereka sangat jarang terekspos oleh dunia luar.

Namun, pada Selasa (19/1/2021), keberadaan Suku Togutil berhasil terekam kamera.

Salah satu penduduk suku terekam saat hendak memanah salah satu warga di Waijoi Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Dalam video tersebut, tampak beberapa warga sedang menyebrangi sungai untuk berburu hewan di hutan.

Tiba-tiba seorang pria yang diduga Suku Togutil itu keluar dari dalam hutan dan langsung mengarahkan pemanahnya ke arah warga tersebut.

Melansir laman TribunPekanbaru.com, pemanah itu lantas mengeluarkan suara panggilan kepada temannya, seperti mengisyaratkan bahwa ada tanda bahaya.

Setelah bermusyarawah dengan warga sekitar hampir satu jam, akhirnya warga memilih mundur dan membiarkan Suku Togutil tersebut kembali ke dalam hutan.

Baca juga: 4 Suku Penjelajah Asal Indonesia, Berlayar Mengelilingi Dunia

Baca juga: Rumah Adat Suku Korowai dari Papua, di Atas Pohon Setinggi 50 Meter

Akibat kejadian itu, satu warga yang terkena anak panah mengalami luka di lengannya.

Keunikan Suku Buton di Indonesia, Punya Mata Berwarna Biru Cerah yang Memesona

Pernahkah kalian berharap memiliki warna mata yang berbeda?

Mayoritas orang Asia selalu memiliki mata berwarna cokelat ataupun hitam, serta beberapa dari mereka berwarna abu-abu.

Namun, ada satu suku di Indonesia yang dikenal memiliki mata biru cerah, yaitu suku Buton.

Belum lama ini, foto-foto terbaru suku tersebut, yang diambil oleh ahli geologi dan fotografer Korchnoi Pasaribu, menjadi viral di media sosial (medsos).

Para warganet banyak yang mempertanyakan bagaimana bisa sekelompok orang di suku Buton memiliki warna mata biru alami.

Terutama mengingat fakta bahwa sebagian besar orang Asia memiliki mata yang berwarna cokelat.

Melansir dari laman Discover ASEAN, suku Buton dapat ditemukan di provinsi Sulawesi Tenggara, tepatnya di Pulau Buton.

Yang menarik dari suku ini adalah mata biru cerah yang sangat kontras dengan kulit cokelat mereka.

Tak semua penduduk suku Buton memiliki warna berwarna biru menyala.

Sebagian besar penduduk suku Buton memiliki mata cokelat normal, tetapi sebagian kecil dari mereka memiliki mata biru.

Uniknya, ada beberapa penduduk yang hanya memiliki satu mata biru, sementara mata satunya tetap berwarna cokelat.

Keunikan tersebut hampir tidak dapat ditemukan di sejumlah suku yang juga mendiami pulau tersebut.

Baca juga: Bermata Biru Menyala, Ini Keunikan Suku Pedalaman Indonesia

Baca juga: Sebelum Menikah, Kaum Pria Suku Anak Dalam Wajib Mengabdi 2.000 Hari ke Calon Mertua

Seorang bocah di Desa Boneatiro, Kecamatan Kapuntori, Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara, Fardan Ramadhan (5), memiliki sepasang mata yang berwarna biru di kedua bola matanya.
Seorang bocah di Desa Boneatiro, Kecamatan Kapuntori, Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara, Fardan Ramadhan (5), memiliki sepasang mata yang berwarna biru di kedua bola matanya. (KOMPAS.COM / DEFRIATNO NEKE)

Ternyata suku tersebut memiliki mata biru yang tajam ini sebagai akibat dari kelainan genetik langka yang disebut sindrom Waardenburg.

Menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, sindrom Waardenburg adalah sekelompok kondisi genetik yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran, dan perubahan pigmentasi pada rambut, kulit, dan mata.

Sindrom Waardenburg adalah mutasi genetik turun-temurun yang diperkirakan hadir dalam beberapa bentuk pada 1 dari 42.000 orang.

Selain efeknya yang terkadang mengejutkan pada pigmentasi mata, termasuk menyebabkan warna mata yang berbeda, hal itu juga dapat menyebabkan hilangnya pendengaran.

Dikutip dari Daily Mail, suku Buton difoto oleh Korchnoi Pasaribu, seorang ahli geologi dari Jakarta, Indonesia, saat berkunjung ke pulau itu pada 17 September 2020 lalu.

Baca juga: 3 Suku yang Memiliki Kemampuan Khusus, 2 Berasal dari Indonesia

Baca juga: Keunikan Kapal Pinisi Buatan Suku Bugis di Makassar, Dirakit Tanpa Paku

Fotografer berusia 38 tahun dan ayah dua anak ini telah mendokumentasikan kehidupan di pedesaan Indonesia sejak September 2019, dengan fokus khusus pada banyak suku dan warisan budayanya.

Ia mengatakan bahwa fotografi bukanlah profesi full-time-nya, melainkan cinta dan hobinya.

Pasaribu berkata, "saya sebenarnya bekerja sebagai ahli geologi, di pertambangan nikel, dan fotografi adalah hobi saya."

Dia mengatakan bahwa menemukan suku bermata biru sangat menginspirasi karena mereka sangat unik.

"Mata biru itu unik nan indah dan mereka itu adalah inspirasi saya. Biru adalah warna mata favoritku," kata Pasaribu.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved