Amerika VS Iran Trending di Twitter, Begini Fakta Hubungan Kedua Negara Sejak Puluhan Tahun Lalu

Panasnya perseteruan kedua negara tak hanya terjadi kali ini saja. Hubungan Iran-AS telah mengalami pasang surut sejak puluhan tahun lalu.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Pasang Surut Hubungan Iran-AS 

TRIBUNKALTIM.CO - Tanda pagar (tagar) #IranvsUSA merajai pencarian terpopuler di media sosial Twitter seluruh dunia.

Hal itu berkaitan erat dengan adanya serangan "puluhan rudal" Iran ke markas pasukan AS dan sekutunya di Irak.

Seperti dilaporkan Sky News, Rabu (8/1/2020), "puluhan rudal" itu ditembakkan Divisi Luar Angkasa Garda Revolusi Iran, dan dinamai "Martir Soleimani".

Sumber keamanan kepada AFP mengungkapkan, serangan itu terjadi dalam tiga gelombang selepas tengah malam waktu setempat.

Panasnya perseteruan antara kedua negara tersebut, tak hanya terjadi kali ini saja. Hubungan Iran-AS sendiri telah mengalami pasang surut sejak puluhan tahun silam.

Berikut timeline hubungan Iran-AS, dikutip dari Reuters:

  • 1953 - CIA membantu pelengseran Perdana Menteri Iran kala itu, Mohammed Mossadegh dan memulihkan kekuasaan Shah Mohammed Reza Pahlevi.
  • 1967 - AS memberi Iran reaktor nuklir dan senjata uranium. 1979 - Revolusi Islam Iran memaksa Shah Reza Pahlevi yang didukung AS untuk melarikan diri.

Setelah Ayatollah Ruhollah Khomeini kembali dari pengasingan dan menjadi pemimpin tertinggi Iran, ratusan orang menduduki Kedutaan Besar AS di Teheran dan menyandera stafnya.

  • 1980 - AS memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, menyita aset Iran dan melarang hubungan dagang dengan Iran, serta kegagalan misi penyelamatan sandera yang dipesan oleh Presiden Jimmy Carter.
  • 1981 - Iran melepaskan 52 sandera AS beberapa menit setelah Carter turun dan Ronald Reagan dilantik sebagai presiden AS. 1984 - AS memasukkan Iran ke dalam daftar negara pendukung terorisme.
  • 1986 - Reagan mengungkap perjanjian senjata rahasia dengan Teheran yang melanggar embargo senjata AS.
  • 1988 - Kapal perang AS Vinecennes salah menembak pesawat penumpang yang terbang di atas Teluk Arab dan menyebabkan 290 290 penumpangnya meninggal dunia.
  • 2002 - Presiden George W Bush menyatakan Iran, Irak dan Korea Utara sebagai "poros kejahatan". Para pejabat AS menuduh Teheran mengoperasikan program senjata nuklir rahasia.
  • 2006 - Washington mengatakan bersedia untuk bergabung dengan perundingan nuklir multilateral dengan Iran jika negara itu menangguhkan program nuklir.
  • 2008 - Bush untuk pertama kalinya mengirim seorang pejabat untuk mengambil bagian secara langsung dalam negosiasi nuklir dengan Iran di Geneva.
  • 2012 - Hukum AS memberi Obama wewenang untuk menjatuhkan sanksi kepada bank asing jika mereka gagal mengurangi impor minyak Iran secara signifikan. Penjualan minyak Iran pun anjlok dan memicu kemerosotan ekonomi.
  • 2013 - Pada bulan September, Obama dan Rouhani berbicara melalui telepon, kontak tertinggi antara dua negara dalam tiga dekade terakhir.
  • 2013 - Pada bulan November, Iran dan enam negara besar menandatangani kesepakatan nuklir dalam pakta Joint Plant of Action. Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.
  • 2016 - Iran melepas 10 pelaut AS di perairan teritorial Iran; AS dan Iran melakukan pertukaran tahanan.
  • 2019 - AS memasukkan Garda Revolusi Iran ke dalam daftar organisasi teroris pada bulan April.
  • 2019 - Pada bulan Juni Iran menembak jatuh pesawat tak berawak AS yang disebut sedang berada di wilayah udara Iran; Iran merebut kapal tanker minyak Inggris.
  • 2019 - Pada bulan September, perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco diserang oleh drone dan rudal yang diyakini berasal dari Iran. Namun Teheran membantah terlibat dalam serangan itu.
  • 2019 - Pada bulan Desember terjadi serangan terhadap pangkalan militer AS di Irak yang menewaskan seorang warga AS. AS menyalahkan sekelompok milisi yang didukung Iran dan melakukan aksi balasan dengan menembak pangkalan-pangkalan militer Iran.
  • 2020 - Jenderal top Iran Qasem Soleimani meninggal dalam serangan udara AS yang dilakukan atas arahan Donald Trump.

Diketahui, Qasem tewas bersama wakil pemimpin jaringan Hashed, Abu Mahdi al-Muhandis, di Bandara Internasional Baghdad, Irak pada Jumat (3/1/20120) dini hari waktu setempat.

Komandan Pasukan Quds tersebut tewas setelah konvoi mobil yang mereka tumpangi diberondong rudal dari drone AS.

Qasem merupakan komandan pasukan elit al-Quds Iran dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di Negeri Para Mullah itu.

Atas kematian Qasem, Iran bersumpah akan melakukan balas dendam terhadap AS. "Ia mati syahid setelah upayanya yang tak kenal lelah selama bertahun-tahun. Ba

las dendam sangat menyakitkan menunggu para kriminal yang telah menumpahkan darah para martir itu di tangan mereka," kata Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dilansir dari AFP (3/1/ 2020).

Ikuti kami di
Editor: Januar
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved