Konflik AS-Iran Memanas, FAA Larang Penerbangan ke Timur Tengah

FAA mengatakan, pembatasan itu karena kegiatan militer yang meningkat dan meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah.

AFP/STR
Rudal balistik surface-to-surface Shahab-3 dipamerkan dalam perayaan Garda Revolusi Iran di Lapangan Baharestan, Teheran, pada 26 September 2019. 

TRIBUNKALTIM.CO - Otoritas penerbangan sipil federal (FAA) Amerika Serikat (AS) mengeluarkan larangan terbang di wilayah udara Iran, Irak, perairan Teluk Persia dan Teluk Oman bagi maskapai asal AS.

Larangan terbang tersebut dampak dari serangan "puluhan rudal" Iran ke markas pasukan AS dan sekutunya di Irak pada Rabu (8/1/2020).

Serangan tersebut merupakan balasan atas terbunuhnya Jenderal Qasem Soleimani oleh AS pada Jumat (3/1/2020) lalu.

"FAA mengeluarkan pembatasan penerbangan yang melarang operator penerbangan sipil untuk beroperasi di wilayah udara di atas Irak, Iran, dan perairan Teluk Persia dan Teluk Oman," jelas pernyataan FAA, seperti dilansir dari Fox News, Rabu (8/1/2020).

Pemberitahuan FAA ini datang beberapa jam setelah Iran bertanggung jawab atas penembakan lebih dari selusin rudal balistik ke Irak yang menargetkan pasukan AS dan koalisi.

Beberapa maskapai penerbangan internasional juga menghindari wilayah udara tersebut.

Alihkan penerbangan Seperti laporan dari Bloomberg, Singapore Airlines mengumumkan akan mengalihkan penerbangan dari wilayah udara Iran ke Eropa.

FAA mengatakan, pembatasan itu karena kegiatan militer yang meningkat dan meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah, yang menghadirkan risiko yang tidak disengaja untuk operasi penerbangan sipil AS.

Badan tersebut menjelaskan, sedang memantau situasi di Timur Tengah dan berbagi "informasi" dengan operator udara AS dan otoritas sipil asing.

Dalam serangan rudal tersebut, seorang pejabat militer mengatakan kepada Fox News bahwa penilaian awal menunjukkan "tidak ada korban" dalam serangan itu.

"Dalam beberapa hari terakhir dan sebagai tanggapan terhadap ancaman dan tindakan Iran, Departemen Pertahanan telah mengambil semua langkah yang tepat untuk melindungi personel dan mitra kami," kata pihak Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon).

Ikuti kami di
Editor: Januar
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved