Kecanggihan Iron Dome, Rudal Pencegat Roket Israel

Iron Dome adalah sistem pertahanan Israel terhadap serangan rudal dan ancaman di udara lainnya.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Iron Dome adalah sistem pertahanan Israel atas serangan rudal dan ancaman di udara lainnya. Sistem pertahanan tersebut berbasis rudal darat ke udara untuk jarak dekat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Serangan-serangan Israel di Jalur Gaza yang wilayahnya relatif padat penduduk, membuat korban sipil banyak berjatuhan, tak terkecuali anak-anak.

Sementara Hamas yang memiliki keterbatasan sumber daya, hanya bisa melawan dengan meluncurkan roket ke wilayah Israel terdekat yang bisa dijangkau.

Kendati demikian, banyak roket yang dilepaskan Hamas ditangkis oleh sistem pertahanan Iron Dome yang berarti kubah besi.

Baca juga: Fakta di Balik Konflik Palestina-Israel 

Iron Dome adalah sistem pertahanan Israel terhadap serangan rudal dan ancaman di udara lainnya. Sistem pertahanan tersebut berbasis rudal darat ke udara untuk jarak dekat.

Iron Dome berfungsi melacak dan menghancurkan rudal atau sistem udara apa pun yang memasuki jangkauan sistem pertahanan. 

Baca juga: Seperti Apa Kehidupan Ekonomi Warga Palestina?

Mahalnya Iron Dome

Meski begitu, Israel juga harus mengeluarkan biaya tak sedikit untuk membangun dan mengoperasikan radar dan rudal pencegat Iron Dome.

Dikutip dari DW, satu rudal pencegat dilaporkan memiliki harga 80.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,14 miliar (kurs Rp 14.300).

Baca juga: Mengapa Israel Begitu Kaya Raya?

Bahkan beberapa sumber lain melaporkan, harga rudal pencegat Iron Dome mencapai 150.000 dollar AS atau sekitar Rp 2,15 miliar per buah.

Saking mahalnya harga satu rudal tersebut, memaksa Israel juga harus berhemat. Caranya, mereka hanya akan meluncurkan rudal pencegat untuk setiap roket Hamas yang dianggap bisa mengarah ke area penduduk atau infrastruktur penting.

Baca juga: Di Israel, Pria atau Wanita Wajib Masuk Militer Sebelum Mencari Pekerjaan

Baca juga: Apakah Apple & Google Benar-benar Menghapus Palestina dari Peta?

Dalam operasinya, Iron Dome memiliki sistem radar canggih pendeteksi arah roket yang diluncurkan musuh. Iron Dome akan mengabaikan roket yang diprediksi akan mendarat di tanah kosong.

Pencegat, yang ditembakkan secara vertikal baik dari unit bergerak maupun situs peluncuran statis, dirancang untuk meledakkan roket yang masuk di udara, menghasilkan ledakan di langit yang menyertai sirene peringatan selama konflik Israel-Palestina baru-baru ini.

Baca juga: Kompetisi Militer Antara Rusia, China dan AS, Bikin Dunia Jadi Tidak Aman Lagi

Angkatan bersenjata Israel, IDF, melaporkan bahwa Hamas sudah menembakan lebih dari 1.000 roket sejak awal konflik. Namun hanya sedikit yang bisa menerobos pertahanan Iron Dome.

Israel sendiri mengklaim kalau tingkat keberhasilan Iron Dome dalam mencegat roket musuh mencapai 90 persen.

Kelemahan Iron Dome

Namun begitu, sistem pertahanan canggih ini juga tak luput dari kekurangan. Hamas juga tampaknya sudah mempelajari cara kerja Iron Dome, di mana mereka mulai menembakan roket secara salvo beruntun dan bersamaan untuk menguji batas maksimal pertahanan Iron Dome.

Iron Dome diduga memiliki titik jenuh. Sistem ini dinilai efektif mencegat serangan, tetapi tidak mampu menahan rentetan roket yang bertubi-tubi dalam satu waktu. Serangan simultan terbukti bisa menembus sistem dan menimbulkan kerusakan.

Baca juga: Sejarah Penemuan Rudal, Menewaskan Puluhan Ribu Tawanan Perang saat Pembuatannya

Bahkan, tak jarang Hamas juga meluncurkan roket palsu untuk mengecoh Iron Dome. Roket-roket pengalih Iron Dome itu dibuat dengan harga murah dari bahan-bahan logam seadanya. 

Sementara itu dikutip dari Missile Threat, selain harga rudalnya yang juga sangat mahal, proyek infrastruktur Iron Dome memakan biaya sangat besar.

Iron Dome mulai dikembangkan sejak tahun 2007 atau setelah wilayah negara itu dihujani roket dari Hizbullah saat berkonflik dengan milisi asal Lebanon itu.

Proyek pengembangan Iron Dome dilakukan oleh perusahaan senjata yang berbasis di Haifa, Rafael Advance Defence System. Sekutu Israel, Amerika Serikat, ikut patungan dengan menyumbang dana sekitar 200 juta dollar AS.

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
6909 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved