5 Peradaban Kuno yang Tidak Diakui dan Dilupakan Sejarah

Bahkan, sejumlah peradaban kuno tersebut tidak mendapat pengakuan yang seharunya layak mereka dapatkan.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Peradaban dan budaya kuno di dunia ini memang menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Namun, ternyata ada beberapa peradaban kuno yang justru ditinggalkan dalam sejarah dunia. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Peradaban dan budaya kuno di dunia ini memang menjadi salah satu daya tarik wisatawan.

Mulai dari orang Mesir kuno yang memiliki piramida hingga suku Maya dengan kalender terkenalnya.

Namun, ternyata ada beberapa peradaban kuno yang justru ditinggalkan dalam sejarah dunia.

Dirangkum TribunTravel dari laman Pulse.ng, Kamis (22/9/2020), berikut ini 5 peradaban dan budaya kuno yang dilupakan dalam sejarah dunia.

1. Kerajaan Askum, Ethiopia

Kerajaan Askum di Ethiopia sekarang menjadi subjek legenda.

Beberapa orang mengatakan itu adalah kerajaan Ratu Sheeba yang hilang, yang lain mengatakan itu adalah tempat peristirahatan terakhir Tabut Perjanjian (Ark of the Covenant).

Seorang filsuf mendaftarkannya di antara empat kerajaan terbesar dunia, itu terus berkembang dalam waktu lama setelah Roma jatuh.

Kerajaan Askum kehilangan keuntungan perdagangan utamanya dan digantikan oleh dinasti Zagwe.

2. Kerajaan Kush

Kerajaan Kush dimulai sekitar 8000 BC.

Pada awal 2000 SM, masyarakat Kush sangat bertingkat dan kompleks, didukung oleh pertanian skala besar.

Tetangga utaranya, Mesir mengeksploitasi dan menaklukkan Kush, kemudian Kush menaklukkan Mesir kembali dan menjadi lebih besar dari penduduk Mesir.

Selama lebih dari 1000 tahun, mereka memerintah Mesir dan mempromosikan pembangunan di seluruh Sudan.

Mereka mengembangkan bentuk tulisan yang disebut 'meroitic'.

Naskah mereka tetap tidak diterjemahkan dan sebagian besar sejarah mereka telah dilupakan.

3. Nok

Peradaban Nok yang misterius berlangsung dari sekitar 1000 SM hingga 300 M di tempat yang sekarang disebut Nigeria utara.

Bukti adanya peradaban Nok ditemukan secara kebetulan selama operasi penambangan timah pada tahun 1943.

Penambang menemukan kepala terakota, yang menunjukkan tradisi pahatan yang kaya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
6915 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved