Selain Amerika & Cina, Berikut Peringkat Negara Terkaya di Dunia Tahun 2021

Negara paling kaya di dunia berdasarkan jumlah pendapatan per kapita saat ini ditempati oleh Luksemburg.

Editor: Geafry Necolsen
AIFS Blog
Negara paling kaya di dunia berdasarkan jumlah pendapatan per kapita saat ini ditempati oleh Luksemburg. 

TRIBUNKALTIM .CO - Bicara negara terkaya di dunia, yang terlintas di pikiran banyak orang sering kali adalah dua negara, yakni Amerika Serikat dan China. Sebagian lainnya mungkin akan menyebut Jepang. 

Baca juga: Dinar Kuwait Jadi Mata Uang Terkuat di Bumi, Mengungguli Dolar & Poundsterling

Memang jika diukur dari jumlah produk domestik bruto atau PDB, tiga negara yang disebut di atas adalah peringkat teratas secara global. Namun, bukan berarti sebagian besar dari penduduknya makmur dan sejahtera.

Baca juga: Bagaimana Israel Kaya Raya? Ini Industri Utamanya

Baca juga: Ini Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia 2021

Indikator negara makmur yang lebih akurat yakni diukur dengan menggunakan pendapatan per kapita karena pendapatan per kapita juga bisa menjadi tolok ukur sebaran distribusi kekayaan penduduk di suatu negara.

PDB adalah total nilai produksi dan jasa yang dihasilkan semua orang atau perusahaan dalam satu negara. Sementara pendapatan per kapita adalah total PDB dibagi dengan jumlah penduduk.

Baca juga: Begini Kondisi Ekonomi Warga Palestina dalam Kekangan Israel

Baca juga: 10 Raja Terkaya di Dunia, Raja Asal Asia Paling Tajir

Dilansir dari Nasdaq, negara paling kaya di dunia berdasarkan jumlah pendapatan per kapita saat ini ditempati oleh Luksemburg.

Luksemburg adalah negara kecil yang terkurung daratan (landlock) yang dikelilingi oleh Jerman, Perancis, dan Belgia. Saat ini, Luksemburg masuk sebagai salah satu pusat keuangan terpenting di dunia.

Meskipun demikian, hingga awal abad ke-20, ekonomi negara ini mayoritas bergantung pada industri baja. Luksemburg memulai dengan upaya besar untuk mendiversifikasi ekonominya dari ketergantungan baja sejak akhir 1950-an.

Baca juga: Sejarah dan Fakta tentang Konflik Palestina-Israel

Baca juga: Negara Kecil di Pulau Kalimantan Ini, Menjadi Salah Satu Negara Terkaya di Dunia

Salah satunya, negara ini mulai fokus pada industri barang-barang mewah dan berkualitas tinggi serta sektor jasa keuangan.

Upaya ini menunjukkan hasil, jumlah nilai tambah di sektor produksi produk-produk ini naik menjadi 77 persen pada tahun 1995 dari 38 persen pada tahun 1958.

Saat ini, sekitar 88 persen kekayaan Luksemburg berasal dari sektor jasa, termasuk hampir sepertiga dari jasa keuangan.

Untuk perdagangan, ekspor dan impor Luksemburg masih didominasi dengan sesama negara Uni Eropa atau sebesar 84 persen.

Baca juga: Mahalnya Iron Dome, Pencegat Roket Milik Israel

Baca juga: Mampukan Pemerintah Indonesia Membayar Utang Rp 6.074 Triliun?

Luksemburg saat ini merupakan ekonomi terbesar ke-66 di dunia dengan jumlah PDB sebesar 84,07 miliar dollar AS. Jumlah PDB ini jauh di bawah Indonesia yang berada di kisaran 1.110 miliar dollar AS.

Namun, dengan jumlah penduduk yang sedikit, yakni hanya sekitar 613.000 orang, pendapatan per kapitanya mencapai 131.781 dollar AS.

Artinya, jika dirupiahkan, setiap penduduk Luksemburg menghasilkan pendapatan rata-rata sebesar Rp 1,89 miliar per tahun.

Jumlah PDB dan pendapatan per kapita ini didasarkan dari data yang dirilis IMF per April 2021 dengan acuan mata uang dollar AS.

Negara paling kaya di dunia urutan kedua

Negara paling kaya di dunia di urutan kedua berdasarkan pendapatan per kapita adalah Swiss. Sebagaimana Luksemburg, Swiss juga negara yang miskin dengan sumber daya alam.

Swiss adalah negara dengan PDB per kapita tertinggi kedua di dunia, dan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia di urutan ke-18.

Baca juga: Maskapai Penerbangan Palestina Airlines Tutup Selamanya

Jumlah PDB Swiss adalah sebesar 824,74 miliar dollar AS dan pendapatan per kapita sebesar 94.696 dollar AS.

Jasa adalah sektor paling dominan dalam perekonomian Swiss dengan porsi hampir 74 persen. Industrinya menyumbang sekitar 25 persen dengan kurang dari 1 persen berasal dari sektor pertanian.

Tak banyak lahan di Swiss yang bisa dijadikan area pertanian. Negara ini didominasi oleh pegunungan dan di beberapa lokasi lebih sering tertutup salju. Itu sebabnya untuk urusan pangan, Swiss sangat mengandalkan impor.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
6890 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved