Banyak yang Kehilangan Nyawa di Sini, 5 Perbatasan Negara Paling Berbahaya di Dunia

Selalu ada perselisihan di seluruh dunia yang timbul dari batas-batas yang tidak jelas dan tidak tepat.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Selalu ada perselisihan di seluruh dunia yang timbul dari batas-batas yang tidak jelas dan tidak tepat. 

Banyak yang Kehilangan Nyawa di Sini, 5 Perbatasan Negara Paling Berbahaya di Dunia

TRIBUNTRAVEL.COM - Perbatasan adalah batas geografis yang memisahkan antara satu negara ke negara lain.

Selalu ada perselisihan di seluruh dunia yang timbul dari batas-batas yang tidak jelas dan tidak tepat.

Secara historis, persaingan dari kondisi seperti itu telah membuat perbatasan menjadi sangat tidak bersahabat dan tidak aman.

Pasukan disiagakan di sepanjang perbatasan untuk menjaga situasi yang berbahaya ini.

Banyak nyawa yang hilang dari pertempuran, perang, penembakan dan kekerasan.

Jadi, perbatasan mana yang paling berbahaya di dunia saat ini?

Dilansir TribunTravel.com dari laman listamaze.com, berikut perbatasan paling berbahaya di dunia.

1. Arab Saudi dan Yaman

tribunnews
(listamaze.com)

Arab Saudi dan Yaman memiliki perbatasan 1.800 Km (1.100 mil).

Penghalang Saudi-Yaman adalah struktur yang dipenuhi beton yang tingginya 10 kaki.

Ini bertindak sebagai penghalang keamanan yang dibangun pada 2003 untuk menghentikan terorisme dan infiltrasi.

Konflik perbatasan antara kedua negara terjadi pada 2015.

Sebuah konflik bersenjata pecah antara pasukan Arab Saudi dan gerilyawan Houthi di perbatasan.

Pada 2016, pasukan Yaman menembakkan 70 rudal dan mortir yang menewaskan 10 tentara Saudi.

Pada 2017, pemberontak Houthi yang didukung Iran meluncurkan rudal yang mengenai Riyadh.

Ribuan nyawa telah hilang karena konflik perbatasan antara kedua negara.

2. Sudan dan Sudan Selatan

tribunnews
(listamaze.com)

Hubungan antara Sudan dan Sudan Selatan telah memburuk sejak awal.
Krisis Heglig adalah perselisihan paling terkenal di antara keduanya.

Sudan Selatan berbagi perbatasan 1.937 km dengan Sudan.

Sebelum Krisis Heglig, Sudan Selatan memperoleh kemerdekaannya dari Sudan pada 2011.

Pada 2005, keduanya menandatangani perjanjian damai yang mengakhiri perang saudara keduanya di Sudan.

Perjanjian tidak berlangsung lama.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved