Tempat Paling Misterius di Pegunungan Himalaya, Banyak Hal Aneh Ditemukan

Tidak hanya menawarkan pesona keindahan alam yang luar biasa, Himalaya juga menyimpan beberapa misteri.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Tidak hanya menawarkan pesona keindahan alam yang luar biasa, Himalaya juga menyimpan beberapa misteri. 

3. Pemako, tempat sakral menuju Yangsang

tribunnews
Himalaya (Gambar oleh David MarkdariPixabay">David Mark dari Pixabay )

Di perbatasan antara Tenggara Tibet dan Timur Laut India, mengalir sebuah sungai bernama Sungai Yarlung Tsangpo.

Sungai tersebut mengalir jauh menuju ngarai Tsangpao.

Di tempat itu terdapat sebuah pemisah yang berdasarkan sebuah penelitian berjarak 17.657 kaki.

Dalam beberapa teks kuno, tempat itu disebut “Beyul Pemako” atau “tempat lotus tersembunyi”.

Menurut Mitologi orang Tibet, Pemako adalah perwujudan bumi untuk Dewi Dorje Pagmo.

Jadi, setiap jurang, gua, dan aliran sungainya melambangkan tubuh Dewi Dorje Pagmo.

Teks kuno menyebutkan bahwa Pemako merupakan sebuah tempat sakral yang merupakan pintu keluar-masuk menuju Yangsang, satu dari 21 surga dunia (beyuls).

Tempat itu dibuat tak terlihat oleh master Guru Rinpoche dan pernah digunakan sebagai tempat berlindung dari bahaya.

Teks kuno juga menyebutkan Yangsang hanya bisa dicapai oleh orang yang berjiwa bersih.

4. Malana, desa yang diselimuti mitos di Pegunungan Himalaya

tribunnews
Manali (Gambar oleh parmindersinghsandhudariPixabay">parmindersinghsandhu dari Pixabay )

Desa Malana berada di atas pegunungan, dengan lanskap Pegunungan Himalaya yang puncak-puncaknya tertutup salju.

Dihuni sekitar 1.000 penduduk, desa ini menutup diri dari dunia luar.

Mereka punya kehidupan sendiri yang tak ingin diusik dan tak mau mengusik.

Menurut legenda asal penduduk Desa Malana, sejumlah pasukan Iskandar Agung membangun tempat perlindungan di desa yang terkucil ini pada 326 Sebelum Masehi, sesudah terluka akibat perang melawan Porus, pemimpin di wilayah Punjab, India.

Para serdadu ini sering disebut-sebut sebagai leluhur orang-orang Malana.

Artefak-artefak dari masa itu ditemukan di desa tersebut, seperti sebilah pedang yang dilaporkan ditemukan di dalam kuil.

Meski begitu, hubungan genetik dengan para serdadu Iskandar Agung itu belum pernah diteliti atau ditemukan.

Faktanya, banyak penduduk lokal yang tidak mengerti tentang cerita tersebut.

Faktanya lagi, Desa Malana memiliki bahasa sendiri.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
6538 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved