Benarkah Kecerdasan Anak Diturunkan dari Ibunya? Lalu Apa Peran Ayah?

Kecerdasan anak memang diturunkan dari orangtuanya, namun apakah benar bahwa hal tersebut terutama diturunkan dari ibu?

Editor: Geafry Necolsen
net
Ilustrasi, Kecerdasan anak memang diturunkan dari orangtuanya, namun apakah benar bahwa hal tersebut terutama diturunkan dari ibu? 

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Kecerdasan anak memang diturunkan dari orangtuanya, namun apakah benar bahwa hal tersebut terutama diturunkan dari ibu?

Bagaimana dengan ayah?

Di Cina, banyak yang merenungkan jawaban dari pertanyaan tersebut setelah munculnya sebuah artikel di Sina Weibo.

Artikel itu menyatakan bahwa genetik seorang ibu memiliki sebanyak tiga kali lipat pengaruh dalam menentukan kecerdasan anak dibandingkan dengan seorang ayah.

Artikel tersebut mengatakan, “Untuk mengetahui apakah seorang anak akan menjadi cerdas atau tidak, yang diperlukan hanya dengan melihat ke ibunya.

Untuk pria yang menganggap dirinya tidak cerdas, penting bagi mereka untuk menemukan seorang istri yang cerdas.” Namun apakah hal tersebut benar adanya? Mari kita lihat jawabannya berikut ini!

Baca juga: Usia Ayah Mempengaruhi Perkembangan Sosial Anak

Kaitan antara kromosom X dan kecerdasan

Penjelasan yang diberikan pada artikel di atas adalah bahwa gen yang menentukan kecerdasan terletak di kromosom X (kromosom pembawa genetik perempuan).

Namun, ia tidak mengutip studi ilmiah manapun untuk memberikan sumber apapun untuk setiap pernyataan. 

Menurut Satoshi Kanazawa pada artikelnya, kecerdasan umum dikenal sangat diwariskan, dan gen yang mempengaruhi kecerdasan umum diperkirakan pada kromosom X.

Itu berarti bahwa anak laki-laki mewarisi kecerdasan umum mereka dari sang ibu saja, sedangkan anak perempuan mewarisi kecerdasan umum mereka dari ibu dan ayah mereka.

Baca juga: Ibu yang Hamil di Usia Lebih Tua Cenderung Melahirkan Anak yang Lebih Pintar

Jadi, seharusnya wanita dapat lebih mempengaruhi kecerdasan umum dari generasi masa depan yang lebih tinggi daripada pria.

Menurut artikel pada PubMed Central (PMC) tahun 1991, bahwa jika ada gen yang secara langsung menentukan sifat kecerdasan anak, maka salah satunya akan berekspektasi bahwa mutasi gen tersebut dapat menghasilkan fenotipe yang memperlihatkan efek hanya pada kecerdasan, dan mungkin juga dengan efek sekunder pada perilaku dan kepribadian.

Jika demikian, seharusnya tidak akan ada perubahan somatik, tidak ada kelainan metabolik yang dapat dikenali, tidak ada tanda-tanda neurologis lain, dan tidak ada perkembangan kecerdasan melalui usia.

Baca juga: Profil Presiden Ketiga RI: Bacharuddin Jusuf Habibie, Jenius dari Indonesia

Si Dayong, seorang dosen evolusi di Jilin University, menolak pernyataan secara langsung yang dibuat di artikel Weibo.

“Keturunan dari jenis seks tertentu tidak ada hubungannya dengan kromosom X dan Y, namun semacam keturunan epigenetik (sifat-sifat yang tidak disebabkan oleh perubahan dalam urutan DNA, tapi disebabkan oleh perubahan dalam ekspresi gen),” sahutnya.

“Saya belum menemukan sifat tertentu yang dapat diturunkan lebih banyak dari seorang ibu atau ayah.”  

Penelitian mengenai kecerdasan yang diturunkan

Sebuah studi yang terdapat pada jurnal akademik Behavior Science tahun 1982 melihat korelasi antara orangtua dan anak, untuk memperhatikan IQ bahwa korelasi antara kecerdasan ibu dan anak sedikit lebih tinggi di 0,464 dibandingkan dengan seorang ayah dan anak di 0,423.

“Saya tidak berpikir bahwa sedikit perbedaan ini bisa dianggap signifikan secara statistik,” kata Si. “Selain itu, warisan genetik merupakan sesuatu yang acak dan rumit, di luar imajinasi manusia.”

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved