Yang Lebih Aman untuk Kesehatan, Kipas Angin atau AC?

Menggunakan AC atau kipas angin tergantung dengan kebutuhan Anda masing-masing. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menggunakannya.

Editor: Geafry Necolsen
Grid
Menggunakan AC atau kipas angin tergantung dengan kebutuhan Anda masing-masing. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menggunakannya. 

Menggunakan AC atau kipas angin tergantung dengan kebutuhan Anda masing-masing. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menggunakannya.

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Udara yang panas membuat tubuh tidak nyaman beraktivitas. Kipas angin dan AC (air conditioner) jadi solusi yang tepat untuk menghilangkan panas ini.

Kipas angin memiliki harga yang relatif lebih murah dibandingkan AC. Akan tetapi, lebih baik kipas angin atau AC untuk kesehatan? Yuk simak ulasan di bawah ini.

AC bisa mengusir panas lebih ampuh dibandingkan kipas angin

AC atau penyejuk udara bisa membantu tubuh lebih segar meskipun lingkungan di luar terasa panas. AC memiliki kemampuan mendinginkan udara dibandingkan kipas angin.

Maka itu, AC membuat tubuh lebih nyaman untuk beraktivitas, dan suhu yang rendah di ruangan ber-AC bisa mengurangi keberadaan serangga. Biasanya ruangan ber-AC akan tertutup, jadi lebih sedikit terpapar polusi.

Baca juga: Tidur Pakai Kipas Angin, Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah?


Sirkulasi udara terbatas pada pengguna AC

Masalah umum pada AC adalah sirkulasi udaranya yang selalu sama di sekitar ruangan. Ini artinya, kalau seseorang batuk atau bersin, kuman akan tinggal di udara dan berputar di sekitar ruangan tersebut sepanjang hari itu.

Jika semakin banyak orang yang bersin dan batuk, maka jumlah kuman di ruangan ber-AC semakin banyak dan menumpuk.

Dengan begitu, Anda yang sistem imunnya sedang menurun akan sangat mudah terkena kuman penyakit.

Baca juga: Trik Membersihkan Kipas Angin, Kamu tak Perlu Membongkarnya

Berbeda dengan kipas angin yang memang tidak menggunakan sirkulasi udara di satu tempat saja.

Menggunakan kipas angin bisa dilakukan di ruangan yang tidak tertutup, sehingga ini memungkinkan adanya sirkulasi udara yang lebih baik dibandingkan dengan AC

AC mengurangi kelembaban ruangan

AC juga bisa memengaruhi kelembapan ruangan. Ruangan yang ber-AC akan membuat kelembaban udara semakin kering. Alhasil, kulit jadi lebih mudah kering saat Anda menggunakan AC.

Tentu saja semakin lama dan sering Anda menghabiskan waktu di ruangan ber-AC, kulit akan semakin kering karena kehilangan kelembapannya.

Di ruangan ber-AC juga sebenarnya bisa membuat tubuh dehidrasi tanpa disadari. Ini cukup berbahaya, jika Anda jarang minum dalam runagan ber-AC.

Baca juga: Cara Membersihkan AC di Rumah, Supaya Tidak Jadi Sarang Penyakit

Udara di AC yang sejuk membuat tubuh tidak berkeringat dan lupa diri untuk minum, padahal keringat tubuh sudah menguap lebih cepat tanpa disadari. Bukan hanya itu, Anda juga jadi pipis lebih sering di ruangan ber-AC, betul kan?

Nah ini artinya, cairan tubuh lebih mudah keluar saat di ruangan ber-AC. Tanpa minum yang cukup, tubuh Anda sangat mudah mengalami dehidrasi.

Ini berbeda dengan kipas angin. Kipas angin tidak memengaruhi kelembaban ruangan. Kelembaban ruangan cenderung stabil saat Anda menggunakan kipas angin. Maka itu, risiko kulit kering atau dehidrasi bisa dihindari.

Jadi sebaiknya pilih yang mana kipas angin atau AC?

Kipas angin yang digunakan terus-menerus tentu memunculkan debu yang lama-kelamaan menumpuk dan menempel di bagian baling-baling serta jaring besi kipas.
Kipas angin yang digunakan terus-menerus tentu memunculkan debu yang lama-kelamaan menumpuk dan menempel di bagian baling-baling serta jaring besi kipas. (Trending Style)

Sebenarnya, menggunakan AC atau kipas angin tergantung dengan kebutuhan Anda masing-masing. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan keduanya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved