Masuk Angin, Penyakit yang Hanya Ada di Indonesia

Masuk angin sendiri sering didefinisikan sebagai rasa “tidak enak badan”. Bisa karena terlalu lama di ruangan ber-AC atau sering hujan-hujanan.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Masuk angin sendiri sering didefinisikan sebagai rasa “tidak enak badan”. Bisa karena terlalu lama di ruangan ber-AC atau sering hujan-hujanan. 

Masuk Angin, Penyakit yang Hanya Ada di Indonesia

Masuk angin sendiri sering didefinisikan sebagai rasa “tidak enak badan”. Bisa karena terlalu lama di ruangan ber-AC atau sering hujan-hujanan.

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Siapa sih yang tidak tahu “penyakit” satu ini? Meski tidak ada istilah medisnya dan tidak dikenal di dunia kedokteran, masuk angin adalah “penyakit” paling terkenal di Indonesia.

Para dokter pun menganggap ini sebagai mitos, meskipun banyak sekali orang yang mengaku sering menderitanya.

Anda bisa mengeceknya di internet atau bertanya ke teman-teman Facebook Anda dari belahan dunia lain, dan Anda akan menemukan bahwa masuk angin itu cuma ada di Indonesia.

Masuk angin sendiri sering didefinisikan sebagai rasa “tidak enak badan” akibat banyaknya angin yang masuk ke dalam tubuh.

Bisa karena terlalu lama di ruangan ber-AC, sering menghabiskan waktu untuk kegiatan outdoor, atau sering hujan-hujanan.

Kondisi ini diyakini banyak orang Indonesia sebagai penyakit sungguhan, tapi sampai sekarang belum ada bukti medis yang cukup untuk mendukung klaim ini.

Belum lagi masuk angin ini mirip penyakit flu/influenza, karena memiliki gejala dan penyebab yang sama.

Apabila terkena air hujan saja jadi penyebab mobil berkarat, maka potensi karat akan bisa lebih mudah muncul apabila tercampur dengan debu atau kotoran.
Masuk angin, bisa karena terlalu lama di ruangan ber-AC, sering menghabiskan waktu untuk kegiatan outdoor, atau sering hujan-hujanan.

Meskipun dalam dunia kedokteran dianggap mitos, secara medis menurut ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, dr. Mulia Sp. PD seperti dikutip dari Kompas.com,

istilah masuk angin ini merupakan kondisi di mana seseorang merasa pegal, kembung, atau perut terasa penuh, tidak bisa berhenti buang angin, mual, batuk, flu, merasa kedinginan, serta demam.

Menurut dr. Mulia, orang Indonesia biasanya mulai merasa masuk angin apabila salah satu dari gejala tersebut muncul.

“Istilah masuk angin tidak ada dalam literatur kedokteran. Jadi masuk angin itu hanya sebutan orang Indonesia bagi kumpulan gejala tadi,” ujarnya.

Karena gejala dan penyebabnya bermacam-macam, cara penanganannya pun beragam. Tidak bisa disamakan antara gejala satu dan lainnya.

Umumnya ketika kita merasa masuk angin, cara menanganinya adalah dengan kerokan. Kalau kata orang-orang supaya anginnya “keluar”.

Sayangnya dari sudut pandang medis, kerokan tidak begitu membantu dan malah membuka dan memperlebar pori-pori tubuh.

Belum lagi kalau gejala yang dirasakan seperti perut kembung gara-gara telat makan, kerokan jadi tidak membantu sama sekali, karena hanya dilakukan pada bagian kulit.

Mulia pun menjelaskan, sebagai pengobatan masuk angin, kerokan tidak dianjurkan dalam standar kedokteran medis.

“Harus dicari dulu penyebabnya baru diberi penanganan yang sesuai. Apabila gejala masuk angin masih ada setelah beberapa hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter,” tandasnya.

Masuk angin bisa jadi tanda penyakit lainnya

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved