Terlalu Sering Menggunakan Disinfektan dalam Rumah Malah Membahayakan Kesehatan

Penggunaan produk disinfektan untuk membersihkan setiap permukaan rumah, seperti meja, lantai, dan lainnya menjadi kewajiban untuk mencegah berkembang

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Penggunaan produk disinfektan untuk membersihkan setiap permukaan rumah, seperti meja, lantai, dan lainnya menjadi kewajiban untuk mencegah berkembangnya virus. 

TRIBUNKALTIM.CO - Penggunaan produk disinfektan untuk membersihkan setiap permukaan rumah, seperti meja, lantai, dan lainnya menjadi kewajiban untuk mencegah berkembangnya virus.

Meskipun demikian, menurut Elizabeth Scott, PhD, seorang profesor biologi di Simmons University dan co-director serta pendiri Simmons Center for Hygiene and Health in Home and Community, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengasah kebiasaan disinfeksi kita.

Baca juga: 10 Tanaman Ini Bisa Menyerap Debu & Menjernihkan Udara dalam Rumah

Menurut Scott, penggunaan berlebihan dan penyalahgunaan produk disinfektan untuk menciptakan ilusi keselamatan, sebenarnya dapat menimbulkan risiko yang lebih besar bagi kesehatan dan lingkungan.

Untuk satu hal, katanya, penggunaan bahan kimia yang berlebihan di rumah dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi penderita asma atau gangguan pernapasan.

“Sampai taraf tertentu, semua bahan kimia disinfektan adalah racun, dan Anda membutuhkan 'racun' untuk membunuh bakteri,” kata Scott, seperti dikutip dari Apartment Therapy, Minggu (4/4/2021). 

“Penggunaan berlebihan dan penyalahgunaan bahan kimia ini dapat menimbulkan risiko lingkungan,” imbuhnya.

Baca juga: Cuci Handuk Seminggu Sekali, Kalau Tidak Ini yang akan Terjadi

Scott mengungkapkan, terlalu banyak mendisinfeksi sebenarnya dapat membuat bakteri tertentu, seperti staph, lebih kuat dan kebal terhadap disinfektan, yang memiliki risiko kesehatan yang jelas.

Solusinya? Scott, bersama International Scientific Forum on Home Hygiene menyarankan pendekatan kebersihan yang ditargetkan.

“Itu berarti mempromosikan penggunaan disinfektan yang ditargetkan pada waktu dan tempat yang dapat memberikan manfaat,” ungkapnya. .

Sebenarnya, apa artinya itu bagi Anda dan rutinitas desinfektan Anda? Inilah yang perlu Anda ketahui.

Gunakan produk yang tepat untuk fungsi yang benar

Saat ini hampir semua pembersih mengandung disinfekta, tetapi itu tidak membantu seperti yang Anda kira, terutama karena tidak setiap permukaan benar-benar membutuhkan desinfektan.

Baca juga: Hati-hati & Kenali 4 Tanda Kebocoran Tabung Gas Elpiji

Untuk mencegah kerusakan jangka panjang yang disebabkan oleh disinfektan yang berlebihan, dan untuk menghemat waktu dan uang, tentukan kapan Anda benar-benar perlu mendisinfeksi dan kapan akan membersihkan, lalu pilih produk yang sesuai.

Jika tujuan Anda adalah membuang kotoran dan sidik jari dari meja, maka bersihkan. Dalam skenario tersebut, Anda dapat menggunakan sabun dan air, kain mikrofiber basah, atau semprotan pembersih serbaguna.

Jika Anda menyiapkan makanan di meja itu, atau seseorang yang sakit batuk langsung di atasnya, maka inilah saatnya untuk mendisinfeksi.

Produk desinfektan yang Anda pilih, misalnya produk berbahan dasar pemutih atau disinfektan lain yang disetujui EPA, pada akhirnya bergantung pada permukaan. Pastikan untuk membersihkan permukaan sebelum Anda mendisinfeksi.

Baca juga: Saluran Air Kamar Mandi Tersumbat? Begini Cara Mengatasinya

Hanya bersihkan permukaan yang benar-benar membutuhkannya

Kebersihan yang ditargetkan berfokus pada disinfeksi permukaan yang kemungkinan besar memiliki kuman berbahaya yang tertinggal di atasnya, seperti gagang pintu, sakelar lampu, pegangan toilet dan wastafel, dan sebagainya.

Jelas sekali, kemungkinan tempat-tempat ini menyimpan kuman meningkat saat seseorang di rumah Anda sakit, jadi Anda seharusnya lebih “menargetkan” permukaan-permukaan itu.

Di sisi lain, beberapa ruang tidak perlu disinfektan sama sekali, misalnya adalah jendela. Hal yang sama berlaku untuk lantai Anda.

“Ini mungkin tampak seperti tempat kotor dan berkuman, tetapi sebagian besar waktu, lantai tidak menimbulkan risiko apa pun bagi kita kecuali kita merangkak dan menjilatnya,” tutur Scott.

Baca juga: Tips Menghemat Air, Mulai dari Dapur Sampai Kamar Mandi

Untuk itu, Anda dapat mempertimbangkan untuk mendisinfeksi lantai jika ada bayi yang merangkak.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved