Mengenal Sejarah Gunung Tabur di Kabupaten Berau

Kabupaten yang dijuluki Bumi Batiwakkal ini menyimpan Wisata sejarah yang patut dikunjungi jika berada di Berau.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim
Kabupaten yang dijuluki Bumi Batiwakkal ini menyimpan Wisata sejarah yang patut dikunjungi jika berada di Berau. 

Mengenal Sejarah Gunung Tabur di Kabupaten Berau

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Wisata sejarah di Berau, mengenal histori Kerajaan Gunung Tabur di Museum Batiwakkal.

Wisata di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memang tak ada habisnya.

Selain terkenal dengan Wisata bahari, kabupaten yang dijuluki Bumi Batiwakkal ini menyimpan Wisata sejarah yang patut dikunjungi jika berada di Berau.

Atau dapat ditempuh sekitar lima menit menggunakan perahu ketinting dari Tanjung Redeb, dan sekitar 20 menit menggunakan roda dua atau empat dari kantor Bupati menuju Museum Batiwakkal.

Museum Batiwakkal merupakan objek Wisata sejarah yang menunjukkan sejarah Kerajaan Gunung Tabur dan merupakan salah satu asset Kabupaten Berau.

Museum ini selalu ramai dikunjungi, terutama jika akhir pekan yakni hari Sabtu dan Minggu, juga masa libur sekolah.

"Selalu ramai dengan pengunjung apalagi kalau hari libur sekolah dan akhir pekan, banyak masyarakat maupun Wisatawan ke Museum ini," kata pemandu Wisata Museum Batiwakkal Sayyid Rahmansyah ke TribunKaltim.co,

"Pengunjung setiap harinya cukup besar, karena setiap hari jumlah pengunjung dapat mencapai 40 hingga 60 orang," tuturnya.

Sejumlah barang-barang kerajaan masih terpelihara di Museum Batiwakkal yang menggambarkan masyarakat Berau yang cinta kebersamaan.

Museum Batiwakkal, Kecamatam Gunung Tabur, Berau
Museum Batiwakkal, Kecamatam Gunung Tabur, Berau (TRIBUNKALTIM.CO/ IKBAL NURKARIM)

Di dalam Museum kita bisa menjumpai replika singgasana kerajaan yang dihiasi oleh benda-benda yang digunakan oleh Raja untuk menerima tamu dan bermusyawarah dengan pejabat-pejabat kerajaan.

Juga terdapat ranjang yang dihiasi kelambu yang digunakan oleh Raja sebagai tempat istirahat.

Bahkan pakaian asli raja dapat kita jumpai di Museum ini, pakaian hitam dengan sentuhan benang emas terpampan rapih di lemari kaca.

Beragam jenis senjata tajam juga ditampilkan di Museum tersebut.

Museum Batiwakkal, Kecamatam Gunung Tabur, Berau
Museum Batiwakkal, Kecamatam Gunung Tabur, Berau (TRIBUNKALTIM.CO/ IKBAL NURKARIM)

Yang menarik yakni Al Quran tua yang berada dalam lemari kaca. Menurut pengelola Museum kitab suci tersebut jadi saksi perkembangan Islam di Berau.

Bagi pengunjung yang ingin ke Museum Batiwakkal tak perlu merogoh koceh, karena ketempat tersebut gratis alias tak bayar.

"Paling kami cuman meminta Wisatawan dapat menjaga benda-benda yang ada di Museum ini," kata Sayyid

"Mereka bebas berfoto dan mengabadikan gambar, namun ada beberapa koleksi yang memang tak diperkenangkan disentuh langsung pengunjung," tegasnya.

Informasi yang dihimpun, Museum ini dibangun pada 1990 dan diresmikan pada 1992.

Di Museum ini tersimpan ratusan koleksi berharga berupa benda sejarah, keramik, benda arkeologis, etnografis, dan naskah.

Kini, Museum ini telah menjadi tempat Wisata yang menarik dikunjungi oleh Wisatawan.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved