Seberapa Penting Fitur NFC di Smartphone, Apakah Bisa Digunakan di Seluruh Daerah di Indonesia? 

Dengan NFC lebih hemat waktu saat diperjalanan, tanpa harus berhenti di ATM atau mini market untuk isi ulang saldo e-money atau e-toll.

Editor: Geafry Necolsen
Kompas
Fitur NFC memang mulai banyak tersemat di beberapa smartphone, khususnya ponsel di kelas mid-range dan flagship. 

Firma riset pasar IDC mencatat pada tahun 2018, dari total pengapalan smartphone di Indonesia hanya 15,8 persen yang memiliki NFC.

Kabar baiknya, baru-baru ini, Qualcomm telah merilis chipset Snapdragon 215 yang salah satu fiturnya memungkinkan ponsel harga miring untuk mendapatkan fitur NFC.

Sebab, selama ini NFC lebih banyak melekat di ponsel-ponsel mahal, berbanderol harga di atas Rp 5 jutaan.

Baca juga: Resmi, Snapdragon 215 Boyong NFC ke Ponsel Murah

Meski ada juga beberapa vendor yang berbaik hati melengkapi ponsel harga Rp 2 jutaannya dengan fitur NFC, seperti Nokia dengan seri 3.1 Plus dan 4.2 miliknya.

 

Belum jadi pilihan utama

Desmal mengatakan, NFC memang sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama jika tinggal di Jakarta. Tapi jika dilihat lebih luas lagi ke luar Jakarta, NFC belum terlalu dibutuhkan menurut Desmal.

Hal ini dikarenakan tersedianya alternatif pembayaran cashless lain misalnya dengan memanfaatkan e-wallet, di mana pengguna cukup memindai QR Code.

Fitur yang dibutuhkan untuk memindai adalah kamera, yang tentu saja dimiliki semua smartphone dari segala macam segmen.

Namun, dengan infrastruktur seperti tol dan transportasi publik yang diperkuat dengan sistem digital, keberadaan NFC tentu masih diperlukan untuk efisiensi dan fleksibiltas.

Meski sifatnya masih berupa alternatif, NFC belum menjadi pilihan utama.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved