Taiwan Butuh Banyak ABK Indonesia, Berapa Gajinya?

Meski kabar tak sedap terkait perlakuan buruk terhadap ABK kerap berseliewaran tak menyurutkan minat untuk mengadu nasib di kapal asing.

Editor: Geafry Necolsen
Translog Today
Meski kabar tak sedap terkait perlakuan buruk terhadap ABK kerap berseliewaran tak menyurutkan minat untuk mengadu nasib di kapal asing. 

Meski kabar tak sedap terkait perlakuan buruk terhadap ABK kerap berseliewaran tak menyurutkan minat untuk mengadu nasib di kapal asing.

TRIBUNKALTIM.CO - Meski kabar tak sedap terkait perlakuan buruk terhadap anak buah kapal (ABK) kerap berseliewaran dalam pemberitaan nasional, nyatanya tak menyurutkan banyak pemuda asal Indonesia untuk mengadu nasib di kapal asing.

Pepatah lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang, tampaknya tak berlaku untuk para ABK yang membutuhkan pekerjaan di tengah kesulitan ekonomi.

Pihak yang setiap tahunnya membutuhkan banyak pelaut dari Indonesia adalah kapal berbendera Taiwan.

Lantas kenapa wilayah belum diakui sebagai negara berdaulat oleh Pemerintah Indonesia ini membutuhkan ribuan ABK asal Indonesia?

Baca juga: Thai Canal, Ambisi Thailand yang Mengancam Singapura

Dilansir dari Lowy Institute, Minggu (29/8/2021), kebutuhan ABK di kapal Taiwan sangat tinggi sejak beberapa dekade. Taiwan adalah pemilik lebih dari sepertiga kapal penangkap tuna yang beroperasi di seluruh samudra.

Kapal-kapal ikan Taiwan beroperasi sangat jauh dan bisa berbulan-bulan lamanya mengarungi samudra. Mereka bisa mencari tuna hingga Kepulauan Falkland yang berada di ujung Benua Amerika, dengan jarak terpaut ribuan mil dari Taiwan.

Diperkirakan, industri perikanan di Taiwan dalam setahunnya mencapai 2 miliar dollar AS atau setara Rp 28,64 triliun (kurs Rp 14.323).

Baca juga: India Bangun Kapal Induk Bertenaga Nuklir

Sejak 2017, Taiwan sudah menerapkan the Act for Distant Water Fisheries atau UU yang mendukung kapal-kapal Taiwan bisa menangkap ikan di perairan jauh. Selain dari Indonesia, ABK kapal Taiwan juga banyak didatangkan para agen dari Vietnam dan Filipina. 

Beberapa instansi pemerintah di Amerika Serikat memperkirakan, jumlah ABK yang dipekerjakan di kapal ikan Taiwan mencapai 160.000 orang, meski pemerintah Taiwan menyebut keberadaan ABK asing hanya 26.000 orang.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved