Pasien Isolasi Mandiri di Rumah, Segera ke Rumah Sakit Jika Muncul Gejala Ini

Melonjaknya kasus infeksi Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat, menyebabkan banyak rumah sakit tak bisa lagi menerima pasien karena telah melebi

Editor: Geafry Necolsen
ANTARA FOTO
Melonjaknya kasus infeksi Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat, menyebabkan banyak rumah sakit tak bisa lagi menerima pasien karena telah melebihi kapasitas. 

Pasien Isolasi Mandiri di Rumah, Segera ke Rumah Sakit Jika Muncul Gejala Ini

TRIBUNKALTIM.CO - Melonjaknya kasus infeksi Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat, menyebabkan banyak rumah sakit tak bisa lagi menerima pasien karena telah melebihi kapasitas.

Sehingga, banyak pasien Covid-19, mau tak mau melakukan isolasi mandiri di rumah. Bukan hanya yang tanpa gejala, tapi juga yang bergejala ringan.

Meski demikian, pasien Covid-19 gejala ringan yang melakukan isolasi mandiri di rumah sebaiknya tetap memantau gejala-gejala yang harus diwaspadai.

Baca juga: Anak Positif Covid-19 dan Isolasi Mandiri di Rumah? Begini Cara Merawatnya

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Hendra Gunawan SpPD mengungkap, pada orang dewasa dengan Covid-19 ada beberapa tanda kegawatan yang harus diwaspadai saat isolasi mandiri, yaitu ketika muncul tanda gejala pneumonia, seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

“Harus segera ke rumah sakit, jika gejala pneumonia itu disertai dengan minimal satu dari tanda distress pernapasan berat, yaitu saturasi oksigen di bawah 92 persen tanpa bantuan oksigen, kemudian frekuensi napas lebih dari 30 kali per menit,” jelas dr. Hendra kepada Kompas.com.

Baca juga: Obat-obatan yang Diperlukan Ketika Anak Isolasi Mandiri di Rumah

“Selain itu jika ada sesak napas berat, granting (adanya suara saat melepas atau menarik napas), ada tarikan dinding dada, adanya otot-otot yang membantu pernapasan, maupun pernapasan cuping hidung juga harus segera ke rumah sakit,” lanjutnya.

Lebih lanjut dr. Hendra mengatakan, ada berbagai faktor penyebab turunnya saturasi oksigen, mulai dari imunitas yang kurang baik hingga kecemasan.

Baca juga: Makanan yang Wajib Dihindari Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri di Rumah

Bukan hanya itu, adanya tumpangan infeksi sekunder yang disebabkan menurunnya imunitas, akibat penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi, asma, merokok, atau kondisi paru awal yang kurang baik juga bisa memengaruhi saturasi oksigen.

“Semua faktor itu bersinergi dan saling tumpang tindih. Bahkan ada kalanya sulit mengetahui, mana yang terjadi duluan. Belum lagi, jika muncul badai sitokin, kondisinya akan semakin berat, saturasi oksigen bisa turun terus,” ujar dokter yang praktik di Primaya Evasari Hospital ini.

Baca juga: Cara Chek dan Donwload Sertifikat Vaksin

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved