Isolasi Mandiri di Hotel, Berapa Biayanya?

Mulai dari bintang dua hingga bintang, hotel-hotel tersebut siap menerima tamu yang hendak isolasi mandiri.

Editor: Geafry Necolsen
net
Ilustrasi. Sejumlah hotel mulai dari bintang dua hingga bintang, hotel-hotel tersebut siap menerima tamu yang hendak isolasi mandiri. 

Isolasi Mandiri di Hotel, Berapa Biayanya?

TRIBUNKALTIM.CO – Sejumlah hotel di Indonesia disiapkan menjadi hotel untuk isolasi mandiri pasien tanpa gejala (OTG) Covid-19.

Mulai dari bintang dua hingga bintang, hotel-hotel tersebut siap menerima tamu yang hendak isolasi mandiri.

Kendati demikian, hotel-hotel tersebut tidak menawarkan layanan isolasi mandiri secara gratis. Artinya, calon tamu harus membayar secara pribadi berdasarkan harga yang telah ditentukan oleh masing-masing hotel.

Lantas, berapa biaya yang perlu disiapkan untuk isolasi mandiri di hotel? Apakah sampai berjuta-juta? Selain itu, apa saja fasilitas yang ditawarkan?

Kompas.com menghubungi tiga hotel yang terdaftar dalam daftar yang dipromosikan oleh Disparekraf DKI Jakarta dalam unggahan Instagram mereka.

Hotel pertama adalah hotel bintang dua bernama Hotel Alia Matraman. Seorang staf hotel tersebut mengatakan, pihaknya menawarkan tiga harga isolasi mandiri bagi pasien OTG Covid-19.

“Harga standard Rp 500.000 per malam. Dapat makan untuk sehari tiga kali, dan laundry empat pakaian,” tuturnya.

Sementara untuk harga lainnya adalah Rp 650.000 dan Rp 800.000 per malam. Masing-masing harga untuk dua tamu. Fasilitas yang ditawarkan sama, namun yang membedakan adalah luas ruangan.

 

“Harga standard untuk satu orang. Bisa untuk dua orang, tapi kena biaya Rp 150.000 untuk biaya makan,” jelas dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pihaknya tidak melakukan kerja sama dengan rumah sakit. Untuk kebutuhan obat-obatan, vitamin, dan kunjungan dokter sepenuhnya mandiri dapat dilakukan para tamu.

Terkait sistem pemesanan kamar harian, dia menuturkan, hal tersebut dilakukan guna memberi fleksibilitas kepada para tamu.

“Syaratnya hanya datang kemari, bawa KTP, registrasi, lalu pembayaran debit. Surat keterangan tes Covid-19 dan surat rekomendasi dari dokter tidak perlu. Kami tidak terima tunai,” pungkasnya.

Hotel dengan paket isolasi mandiri

Selanjutnya ada hotel bintang tiga bernama Nite and Day Hotel Jakarta Bandengan yang menawarkan paket isolasi mandiri.

Seorang staf hotel tersebut mengatakan, pihaknya menjual paket isolasi 10 hari seharga Rp 5,5 juta untuk satu orang dan Rp 7 juta untuk dua orang.

Paket lainnya adalah paket isolasi mandiri selama 14 hari seharga Rp 7,7 juta untuk satu orang, dan Rp 9,8 juta untuk dua orang.

 

 

“Paket termasuk laundry 3 pakaian, makanan ringan, dan makan tiga kali. Tidak menyediakan obat-obatan, dan tidak menyediakan tim medis,” kata dia.

Untuk isoasi mandiri di sana, dia menjelaskan, syaratnya adalah calon tamu harus berusia di bawah 60 tahun, lalu mengirim foto KTP, bukti positif PCR atau hasil lab, dan surat rekomendasi dari dokter untuk isolasi ke nomor hotel.

Selanjutnya, mereka perlu transfer pembayaran dulu sebelum check-in. Kemudian, pihak hotel akan membuatkan reservasi.

“Untuk proses check-in, nanti kita bukakan kamarnya setelah pasien (tiba) dari basement parkiran, langsung naik ke kamar menggunakan lift. Jadi tidak ke area lobi,” ungkapnya.

Baca juga: Catat! Daftar 6 Hotel Karantina Dekat Bandara Soekarno-Hatta

Hotel lain yang juga menawarkan paket isolasi mandiri adalah ibis Jakarta Senen. Mereka memiliki paket “Isoman Medis” dan “Isoman Non-medis”.

Untuk paket pertama, harganya adalah Rp 16,7 juta untuk 14 hari. Biaya tersebut mencakup makan sehari tiga kali, kunjungan dokter, pemberian obat dan vitamin, laundry, serta tes PCR saat kepulangan.

Sementara untuk paket “Isoman Non-medis”, harganya adalah Rp 650.000 per malam untuk minimal tujuh hari.

“Termasuk makan tiga kali sehari, laundry tiga pakaian perhari, lalu fasilitas lain seperti berjemur dan senam di pagi hari,” kata seorang staf hotel tersebut.

Baca juga: Daftar 3 Hotel Karantina untuk WNA dan WNI di Jakarta Barat

Kendati demikian, paket ini tidak termasuk kunjungan dokter, serta pemberian obat-obatan atau vitamin yang diperlukan.

Meski begitu, jika ingin mendapat kunjungan dokter saat kondisi mulai buruk, para tamu bisa membayar Rp 500.000. Namun harga tersebut di luar harga paket, dan harga obat atau vitamin yang akan diberikan.

“Syarat menginap, menunjukkan (hasil) PCR positif dan KTP. Surat keterangan positif Covid-19 dan surat rekomendasi dari dokter tidak perlu, kalau ada bisa dibawa. Pemesanan lewat telepon,” jelasnya.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved