Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasil Tes Antigen Positif?

Umumnya untuk mendapatkan hasil yang cepat dan harga yang relatif lebih murah, maka tes rapid antigen menjadi pilihan masyarakat.

Editor: Geafry Necolsen
KOMPAS
Umumnya untuk mendapatkan hasil yang cepat dan harga yang relatif lebih murah, maka tes rapid antigen menjadi pilihan masyarakat. 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasil Tes Antigen Positif?

TRIBUNKALTIM.CO - Saat ini setiap akan melakukan perjalanan, diperlukan hasil tes rapid antigen ataupun swab PCR yang menunjukkan hasil negatif, yang artinya kita dalam keadaan tidak terinfeksi Covid-19.

Kedua tes ini juga sering dilakukan sebagian besar masyarakat sebagai antisipasi untuk mengetahui kondisi tubuhnya, terutama jika mencurigai ia merasakan beberapa gejala mirip Covid-19.

Umumnya untuk mendapatkan hasil yang cepat dan harga yang relatif lebih murah, maka tes rapid antigen menjadi pilihan masyarakat.

Baca juga: Setelah Bertemu dengan Orang Positif Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan?

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang bingung jika hasil rapid antigen mereka positif, apa yang harus dilakukan?

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, bahwa secara prosedur resminya jika seseorang mendapatkan hasil positif pada tes antigen, maka harus dilakukan untuk tes swab PCR.

Baca juga: 3 Cara Melakukan Proning yang Benar untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen

Tes antigen adalah pemeriksaan secara cepat untuk mendeteksi keberadaan antigen Coronavirus di dalam tubuh seseorang.

Sementara tes PCR mampu mendeteksi materi genetik virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, dan ini adalah pemeriksaan golden standar dalam menentukan seseorang terkonfirmasi positif atau negatif Covid-19.

Baca juga: Syarat Isolasi Mandiri Bagi Pasien Covid-19

Namun, di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, di mana angka kasus infeksi dan kematian terus betambah, serta pelayanan di berbagai rumah sakit yang hampir penuh dengan pasien Covid-19, menyebabkan hasil tes PCR relatif lama, atau bahkan susah sekali mendapatkan antrean untuk tes PCR ini.

Baca juga: Makanan yang Harus Dikonsumsi saat Pandemi Covid-19 Menurut WHO

Sehingga, masyarakat sudah harus siap melakukan beberapa hal di bawah ini, jika mendapatkan hasil positif pada tes antigen, sembari menunggu tes PCR. 

1. Isolasi mandiri

Dijelaskan Nadia, jika Anda mendapatkan hasil positif tes antigen tanpa tes swab PCR, maka harus segera melakukan isolasi mandiri.

"Segeralah lakukan isolasi," kata Nadia kepada Kompas.com.

Baca juga: Anak Positif Covid-19 dan Isolasi Mandiri di Rumah? Begini Cara Merawatnya

Seperti diketahui, hasil positif pada tes rapid antigen tidak menandakan Anda benar-benar positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 yang saat ini mewabah.

Tetapi, rapid antigen sudah cukup bisa menujukkan bahwa Anda terinfeksi virus corona yang ada banyak sekali jenisnya. Setidaknya ada 7 jenis virus corona yang dapat menginfeksi manusia. SARS-CoV-2 hanyalah salah satunya.

Baca juga: Jangan Panik, Kehilangan Indra Penciuman dan Perasa Bisa Jadi Pertanda Baik Covid-19

Dengan begitu, kata Nadia, dalam kondisi seperti saat ini, di mana kasus infeksi Covid-19 sudah berada di fase kritis akibat lonjakan kasus infeksi dan kematian yang terus meningkat, Anda harus bijak untuk segera melakukan isolasi mandiri usai mendapatkan hasil positif dari tes rapid antigen.

Baca juga: Obat-obatan yang Diperlukan Ketika Anak Isolasi Mandiri di Rumah

Nadia berkata, jika Anda sudah melakukan isolasi mandiri setelah hasil positif tes antigen, maka tidak perlu lagi memastikan dengan tes swab PCR.

"Isolasi selama 10 hari dan kalau ada gejala ditambah 3 hari bebas gejala," tuturnya.

Baca juga: Jangan Panik, Kehilangan Indra Penciuman dan Perasa Bisa Jadi Pertanda Baik Covid-19

2. Kontak pihak berwenang

Setelah memastikan bahwa Anda mendapatkan hasil rapid antigen positif, Anda harus isolasi mandiri, sembari memberitahukan beberapa pihak berwenang akan kondisi Anda.

"Selanjutnya, kontak pak RT atau RW atau Puskesmas (terdekat)," ujarnya.

Kepada pihak puskesmas, kata Nadia, bisa Anda ceritakan tentang keluhan ataupun gejala yang Anda rasakan sebelum atau selama isolasi mandiri.

"Tanya (kepada petugas puskesmas) obat apa saja yang sebaiknya dikonsumsi," tambahnya.

Baca juga: Ramai Soal Obat Cacing untuk Covid 19, Ahli UGM Ingatkan Jangan Asal Konsumsi Obat

3. Tingkatkan imunitas

Meningkatkan imunitas menjadi persoalan dan target setiap individu, tidak hanya saat pandemi Covid-19, melainkan juga setiap saat untuk dapat melawan infeksi patogen yang akan menyerang tubuh dari dalam.

Nah, bagi pasien Covid-19 baik yang saat ini harus dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah atau fasilitas yang disiapkan pemerintah, meningkatkan imunitas menjadi hal yang penting.

Nadia menegaskan, bagi orang dengan hasil positif rapid antigen, meski belum bisa melakukan tes swab PCR, harus melakukan isolasi mandiri dan menjaga imunitasnya.

Baca juga: Obat Cacing Ivermectin Bekerja di Saluran Pencernaan, Apakah Efektif untuk Obat Covid-19?

Konsumsilah makanan-makanan yang mengandung nutrisi penting untuk tubuh, tambahkan vitamin baik dari sumber pangan non pengolahan seperti buah, sayur ataupun daging, juga diperbolehkan mengonsumsi vitamin dari produk suplemen.

"Biasanya vitamin C, D, dan E. Kalau ada gejala baru ditambahkan dengan antibiotik, dan obat rutin lain tetap diminum," jelasnya.

Namun, Nadia menegaskan agar tidak sembarangan mengonsumi obat-obatan atau antibiotik ini.

Jangan asal melakukan tindakan berdasarkan informasi yang beredar luas sembarangan di media sosial saat ini.

Pastikan obat-obatan atau antibiotik yang Anda konsumsi berdasarkan catatan dan rekomendasi dari dokter penanggung jawab Anda, maupun puskesmas tempat Anda berkonsultasi.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved