Berlian Bisa Terbentuk dari Garam Laut? Begini Faktanya

Batu berharga ini juga terbentuk di dalam pusat Bumi sehingga sangat sulit menemukannya di permukaan.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Berlian menjadi batu mulia bernilai tinggi karena proses pembentukannya sangat panjang mencapai miliaran tahun. 

Mendapatkan temuan ini, Foster dan koleganya kemudian menciptakan simulasi serupa di dalam laboratorium.

Mereka menempatkan sampel sedimen laut ke dalam wadah dengan mineral yang disebut peridotite.

Peridotite adalah batuan vulkanik yang diperkirakan ada di kedalaman tempat berluan terbentuk.

Selanjutnya, tim mengekspos campuran itu pada kombinasi panas dan tekanan yang meniru mantel Bumi.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa berlian tercipta ketika campuran mengalami tekanan 4 hingga 6 gigapascal (setara dengan 40.000 hingga 60.000 kali tekanan atmosfer rata-rata di permukaan laut).

Tak hanya butuh tekanan, campuran itu juga harus berada pada suhu 800 hingga 1.000 derajat Celcius.

Kedua kondisi tersebut, membuat peneliti menghasilkan kristal garam yang memiliki sifat hampir identik dengan berlian berserat.

"Kami tahu bahwa beberapa jenis cairan asin harus ada saat berlian tumbuh, dan sekarang kami telah mengkonfirmasi bahwa sedimen laut sesuai yang diperkirakan," kata Foster.

Dia menambahkan bahwa percobaan yang sama juga menghasilkan mineral yang merupakan kunci untuk pembentukan kimberlite, di mana berlian biasanya menumpang tumpangan ke permukaan bumi selama letusan gunung berapi.

Jadi, berlian mungkin benar-benar bagian dari sejarah kelautan kuno yang bisa Anda pakai di jari.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved