Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Setir Sebelah Kanan? Ini Sejarahnya

Posisi setir di seluruh dunia ada dua yakni kanan dan kiri. Namun untuk di Indonesia justru menggunakan setir kanan.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Penggunaan setir di sisi kanan sendiri termasuk dalam golongan minoritas. Kebanyakan justru menganut right driving yang menggunakan jalur kanan dan setir di sebelah kiri. 

Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Setir Sebelah Kanan? Ini Sejarahnya

TRIBUNKALTIM.CO - Posisi setir di seluruh dunia ada dua yakni kanan dan kiri. Namun untuk di Indonesia justru menggunakan setir kanan.
Apa alasan di balik penggunaan setir kanan?

Posisi setir yang dikenal di dunia ada dua yakni kanan dan kiri. Setiap negara pun memiliki alasan tersendiri di balik menggunakan setir di sebelah kanan ataupun kiri.

Indonesia sendiri termasuk ke dalam negara pengguna left driving, sistem yang mengharuskan kendaraan menggunakan lajur kiri dengan setir pada di sisi kanan.

Baca juga: Bukan Empty, Ini Arti Huruf E di Indikator Bensin

Baca juga: Saat Indikator BBM Berada di Posisi E, Berapa Jauh Mobil Bisa Berjalan?

Sebaliknya, jika sebuah negara menerapkan right driving itu berarti posisi setir ada di sebelah kiri.

Mengapa Indonesia Menggunakan Setir Kanan?

Bukan tanpa alasan, Mengutip situs World Standards,  rupanya penggunaan setir kanan di Indonesia erat kaitannya dengan penjajahan zaman Belanda.

Ada alasan di balik Indonesia menggunakan setir kanan

Saat Belanda datang pertama kali ke Indonesia pada tahun 1596, mereka membawa kebiasaan untuk berkendara di sebelah kiri dan posisi setir berada di kanan.

Hingga akhirnya saat Napoleon menaklukan Belanda, Negeri Kincir Angin tersebut mulai menerapkan berkendara di sebelah kanan.

Baca juga: Sebaiknya Turun dari Kendaraan Saat Isi BBM, Ini Alasannya

Baca juga: Bikin Penasaran, Truk Tangki Pertamina Hanya Bawa 1 Jenis BBM atau Lebih?

Ini otomatis membuat posisi setir ikut berubah menjadi ke kiri. Tapi perubahan itu justru tak berlaku di negara-negara jajahan Belanda.

Termasuk Indonesia yang saat ini masih menerapkan posisi setir kanan. Pun demikian dengan Suriname yang juga dulu dijajah Belanda.

Penggunaan setir di sisi kanan sendiri termasuk dalam golongan minoritas. Kebanyakan justru menganut right driving yang menggunakan jalur kanan dan setir di sebelah kiri.

Baca juga: Jangan Isi BBM Sampai Penuh, Jika Tidak Ingin Mobil Cepat Rusak

Baca juga: BBM Oktan Tinggi, Tidak Selalu Baik untuk Mesin, Chek Buku Manual Kendaraan

Setidaknya ada dari 86 negara yang mengusung sistem sama yakni berkendara di kiri namun posisi setir kanan.

Mempunyai SIM Internasional juga memudahkan kamu saat menyewa kendaraan dan mengendarainya tanpa melanggar hukum di negara yang bersangkutan.
Setidaknya ada dari 86 negara yang mengusung sistem sama yakni berkendara di kiri namun posisi setir kanan.

Jumlah ini belum seberapa dibandingkan negara penganut setir kiri yakni mencapai 184.

Di kawasan ASEAN negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, dan Timor Leste diketahui juga menggunakan setir kanan.

Sejarah di Balik Penggunaan Setir Kanan

Sedikit kilas balik, di era Feodal yang dimana pasukan berperang Inggris banyak menggunakan kuda sebagai kendaraan utama.

Setiap pasukan umumnya memegang pedang dengan tangan kanan sehingga mereka cenderung mengambil lajur kiri.

Di dunia mayoritas menggunakan setir kiri

Sarung pedang ditempatkan di sisi kiri pinggang pasukan.

Nantinya pedang tersebut akan dikeluarkan dari sarungnya dan kemudian pedang digenggam oleh tangan kanan, sedangkan tangan kiri memegang kendali kuda.

Mengingat pedang berada di posisi kanan maka akan lebih mudah melawan musuh yang berada di kanan mereka.

Sehingga tak heran, apabila lajur jalan yang dilalui oleh kuda cenderung diposisikan di sisi kiri jalan.

Nah inilah yang menjadi dasar dari penggunaan setir kanan di jalan raya.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved