Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Setir Sebelah Kanan? Ini Sejarahnya

Posisi setir di seluruh dunia ada dua yakni kanan dan kiri. Namun untuk di Indonesia justru menggunakan setir kanan.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Penggunaan setir di sisi kanan sendiri termasuk dalam golongan minoritas. Kebanyakan justru menganut right driving yang menggunakan jalur kanan dan setir di sebelah kiri. 

Setidaknya ada dari 86 negara yang mengusung sistem sama yakni berkendara di kiri namun posisi setir kanan.

Mempunyai SIM Internasional juga memudahkan kamu saat menyewa kendaraan dan mengendarainya tanpa melanggar hukum di negara yang bersangkutan.
Setidaknya ada dari 86 negara yang mengusung sistem sama yakni berkendara di kiri namun posisi setir kanan.

Jumlah ini belum seberapa dibandingkan negara penganut setir kiri yakni mencapai 184.

Di kawasan ASEAN negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, dan Timor Leste diketahui juga menggunakan setir kanan.

Sejarah di Balik Penggunaan Setir Kanan

Sedikit kilas balik, di era Feodal yang dimana pasukan berperang Inggris banyak menggunakan kuda sebagai kendaraan utama.

Setiap pasukan umumnya memegang pedang dengan tangan kanan sehingga mereka cenderung mengambil lajur kiri.

Di dunia mayoritas menggunakan setir kiri

Sarung pedang ditempatkan di sisi kiri pinggang pasukan.

Nantinya pedang tersebut akan dikeluarkan dari sarungnya dan kemudian pedang digenggam oleh tangan kanan, sedangkan tangan kiri memegang kendali kuda.

Mengingat pedang berada di posisi kanan maka akan lebih mudah melawan musuh yang berada di kanan mereka.

Sehingga tak heran, apabila lajur jalan yang dilalui oleh kuda cenderung diposisikan di sisi kiri jalan.

Nah inilah yang menjadi dasar dari penggunaan setir kanan di jalan raya.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved