Disebut dalam Alquran, Berikut Segudang Manfaat Buah Tin

Buah Tin atau buah Ara adalah buah kaya akan nutrisi dan vitamin yang diperlukan tubuh. Ada lima manfaat buah tin yang bisa diperoleh saat mengonsumsi

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Buah Tin atau buah Ara adalah buah kaya akan nutrisi dan vitamin yang diperlukan tubuh. Ada lima manfaat buah tin yang bisa diperoleh saat mengonsumsinya. 

Daun pada buah tin dan getah alami dari tanaman ini telah terbukti menunjukkan aktivitas antitumor atau anti kanker terhadap kanker usus besar manusia, kanker payudara, kanker serviks dan sel kanker hati.

Kendati demikian, tidak berarti bahwa makan buah tin atau mengonsumsi teh daun ara akan memberikan efek yang sama.

Baca juga: 5 Manfaat Tak Terduga dari Bawang Putih untuk Kesehatan

Studi tabung reaksi menawarkan titik awal yang menjanjikan, tetapi penelitian pada manusia masih perlu dilakukan untuk menilai bagaimana bagian tanaman ara ini dapat memengaruhi pertumbuhan kanker.

5. Buah tin tingkatkan kesehatan kulit

Buah ini mungkin memiliki beberapa efek menguntungkan pada kulit. Terutama pada orang yang memiliki alergi dermatitis, atau kulit kering dan gatal akibat alergi.

Satu studi pada 45 anak dengan alergi dermatitis menemukan bahwa krim yang terbuat dari ekstrak buah ara kering yang dioleskan dua kali sehari selama 2 minggu lebih efektif dalam mengobati gejala alergi pada kulit, daripada krim hidrokortison, pengobatan standar.

Terlebih lagi, kombinasi ekstrak buah, termasuk ekstrak buah ara, terbukti menunjukkan efek antioksidan pada sel kulit.

Baca juga: Minum Air Kelapa Bisa Mengatasi Keracunan Makanan? Ini Faktanya

Sehingga manfaat buah tin yang diekstrak ini dapat mengurangi kerusakan kolagen, dan memperbaiki tampilan kerutan, saat studi ini dilakukan dalam tabung reaksi dan penelitian pada hewan.

Kendati demikian, sulit untuk menentukan apakah efek positif ini berasal dari ekstrak buah ara atau salah satu ekstrak lain yang sedang dipelajari.

Untuk memastikan lebih akurat manfaat buah tin bagi kesehatan kulit ini, maka masih diperlukan lebih banyak penelitian.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved