Bonceng Anak Kecil di Jok Depan Motor Bisa Bikin Celaka

Membonceng anak kecil di jok depan motor sangat berbahaya apapun alasannya.

Editor: Geafry Necolsen
Kompas
Para pengendara motor memilih jalan tikus di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, untuk menghindari kemacetan di jalan utama. Dampaknya, jalan tersebut juga macet. 

Bonceng Anak Kecil di Jok Depan Motor Bisa Bikin Celaka

TRIBUNKALTIM.CO - Motor merupakan alat transportasi darat yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Pemandangan membonceng anak kecil di jok depan sepeda motor tentu sering kali dijumpai.

Ada banyak alasan yang digunakan oleh orang tua untuk membenarkan hal tersebut. Padahal perilaku membonceng anak kecil di jok depan motor sangat berbahaya apapun alasannya.

Baca juga: Berlaku 6 Mei, Ini Aturan Larangan Mudik Lebaran 2021

Head of Safety Riding Wahana Agus Sani mengatakan, membonceng anak sebaiknya di belakang, karena membonceng anak kecil di depan memiliki risiko yang cukup besar dan membahayakan bagi anak.

Baca juga: Tips Aman dan Nyaman Membawa Anak Saat Berkendara

Baca juga: Melatih Anak Puasa Ramadan, Ini yang Harus Diperhatikan Orangtua

"Sebaiknya kalau mau membonceng anak kecil sebaiknya di belakang, itu pun kalau masih terlalu kecil harus ada alat bantunya. Soalnya banyak bahayanya kalau di depan," Kata Agus kepada Kompas.com, Sabtu (1/5/2021).

Anak kecil yang di bonceng di bagian depan akan berisiko terkena batu, kerikil, ataupun debu dari jalanan.

Baca juga: Pasang Kasur di Mobil Saat Perjalanan Liburan Justru Membahayakan Anak

Karena pada saat berjalan, posisi kendaraan melawan arah angin. Terpaan angin yang cukup kencang juga berbahaya bagi anak terutama yang masih terlalu kecil.

Selain itu jok depan kendaraan di desain hanya untuk satu orang, jika ada anak kecil di depan maka tidak ada juga pegangan khusus yang aman untuk dibuat pegangan oleh anak.

Baca juga: Jangan Salah Pasang Kasur di Mobil, Maut Mengincar

Baca juga: Tips Menjaga Sistem Kekebalan Anak Selama Pandemi Covid-19

"Selain itu juga bisa mengganggu kenyamanan pengendara dalam mengendalikan kemudi, jika terjadi sesuatu bahaya yang mengharuskan bermanuver, keberadaan anak kecil di depan akan mengganggu pengendara," ucap Agus.

Belum lagi jika terjadi kecelakaan, maka anak kecil yang di depan yang akan terkena dampak terlebih dahulu akibat kecelakaan.

Jika pengendara sayang terhadap anaknya, sebaiknya membonceng anak di belakang dengan pendampingan atau alat khusus agar keseimbangan dan keselamatan anak terjaga.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved