Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 12-17 Tahun Sudah Tersedia

BPOM sendiri telah memberikan izin penggunaan vaksin Sinovac untuk anak usia 12-17 tahun.

Editor: Geafry Necolsen
Shuttertock
Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 12-17 Tahun Sudah Tersedia 

Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 12-17 Tahun Sudah Tersedia

TRIBUNKALTIM.CO - Vaksin Covid-19 buatan Sinovac telah direstui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dipergunakan dalam vaksinasi Covid-19 untuk anak. Bahkan, pelaksanaan vaksinasi di Jakarta sudah dapat dimulai.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DKI Jakarta Rini Sekartini, seperti diberitakan Kompas.com.

Rini mengatakan bahwa IDAI sangat mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak.

BPOM sendiri telah memberikan izin penggunaan vaksin Sinovac untuk anak usia 12-17 tahun.

Sejak awal, IDAI menjadi salah satu pihak yang mendorong pelaksanaan vaksinasi tersebut, sebab hal itu bisa menekan kasus Covid-19 di kalangan anak-anak.

Sebelumnya, IDAI mengatakan di tengah lonjakan kasus baru harian Covid-19, juga tampak peningkatan tajam penularan, virus corona, bahkan kematian anak akibat Covid-19.

Ketua Umum IDAI Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan mengatakan data nasional menunjukkan konfirmasi Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun mencapai 12,5 persen.

"Artinya 1 dari 8 kasus konfirmasi Covid-19 adalah anak-anak. Data IDAI juga menunjukkan case mortality (tingkat kematian) mencapai 3-5 persen, jadi kita memiliki tingkat kematian tertinggi di dunia," ujar Prof Aman seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (23/6/2021) lalu.

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan bahwa angka kematian anak karena Covid-19 di Indonesia, sebesar 3-5 persen jauh di atas angka kematian anak di dunia.

"Vaksinasi anak sangat bermanfaat di masa-masa kritis (Covid-19) saat ini," kata Dicky kepada Kompas.com, Senin (28/6/2021) lalu.

Baca juga: Vaksin Pfizer Kantongi Izin FDA untuk Vaksinasi pada Anak Remaja

 

 

Dicky mengingatkan mekanisme pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada anak juga harus diterapkan sesuai aturan, termasuk pengetatan.

"Kemenkes saya yakin sudah jauh berpengalaman dalam menangani vaksinasi anak," kata Dicky.

Selain itu, dalam proses pelaksanaan vaksinasi anak menggunakan vaksin Sinovac ini, Dicky menyarankan agar pihak sekolah juga dapat dilibatkan.

Dicky juga mengatakan penting untuk memberikan literasi tentang vaksinasi Covid-19 kepada orangtua dan anak.

"Orangtua dan anak perlu diberikan literasi, apa manfaat vaksinasi, dan lain sebagainya," imbuhnya.

Lebih lanjut Dicky mengatakan angka kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat.

Di masa kritis ini, vaksinasi adalah salah satu strategi utama menghadapi pandemi Covid-19.

Dicky juga mengingatkan bahwa kelompok-kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan komorbid (penyakit penyerta) harus menjadi prioritas dalam program percepatan vaksinasi Covid-19.

Menurutnya, jika vaksinasi dikebut atau dipercepat hanya agar upaya pengendalian tercapai, tapi tidak memprioritaskan lansia dan komorbid, maka akan menyebabkan angka kematian akibat Covid-19 semakin tinggi.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved