Terinfeksi Covid-19 Tak Sebanding dengan Efek Vaksinasi, Jangan Tunda Vaksin

hingga saat ini masih banyak orang yang enggan untuk divaksinasi Covid-19, entah itu karena alasan takut jarum suntik, takut efek samping vaksin, atau

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Hingga saat ini masih banyak orang yang enggan untuk divaksinasi Covid-19, entah itu karena alasan takut jarum suntik, takut efek samping vaksin, atau ingin memilih vaksin tertentu. 

Terinfeksi Covid-19 Tak Sebanding dengan Efek Vaksinasi, Jangan Tunda Vaksin

TRIBUNKALTIM.CO - Vaksin Covid-19 merupakan salah satu kunci memperlambat penyebaran virus corona. Sayangnya, hingga saat ini masih banyak orang yang enggan untuk divaksinasi Covid-19, entah itu karena alasan takut jarum suntik, takut efek samping vaksin, atau ingin memilih vaksin tertentu.

Namun faktanya, virus corona bisa menyerang kapan saja. Apalagi, saat ini virus corona varian delta disebut WHO sebagai jenis virus corona tercepat dan terkuat.

Tak hanya itu, varian ini juga memiliki kemampuan menginfeksi banyak orang, terutama di negara atau daerah dengan tingkat vaksinasi Covid-19 yang rendah.

Baca juga: IDAI Setujui Vaksin CoronaVac untuk Anak, Begini Hasil Keamanan Uji Klinis Fase 1 dan 2

Bahkan, berdasarkan analisis data yang dilakukan Associated Press, hampir semua kasus kematian akibat Covid-19 sekarang ini, terjadi pada orang yang belum divaksinasi Covid-19.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Priyama dr. Hendra Gunawan, Sp.PD mengatakan, bahwa semua vaksin yang tersedia saat ini efektif terhadap virus corona varian delta, sehingga tak perlu pilih-pilih vaksin atau menunggu vaksin yang belum tersedia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sama seperti setiap pengobatan yang memiliki berbagai efek samping, vaksin juga memiliki efek samping ringan hingga fatal. Namun, risiko efek samping yang fatal sangat kecil.

“Sebagai contoh, penelitian Black dkk tahun 2003 melaporkan, bahwa insiden penurunan trombosit pada anak yang diimunisasi MMR adalah 1:25.000. Insidens ini tentu tidak sebanding dengan manfaat yang didapat, yaitu proteksi terhadap 3 jenis virus yang berpotensi menyebabkan morbiditas dan mortalitas,” jelas dr. Hendra kepada Kompas.com.

Demikian juga efek samping pada vaksin Covid-19. Laporan mengenai efek samping yang fatal dan diduga akibat vaksinasi masih didalami lebih lanjut hingga saat ini. Sehingga, belum dapat dipastikan, apakah benar disebabkan oleh vaksin Covid-19.

Sementara seperti yang telah kita ketahui, infeksi Covid-19 bisa menyebabkan gejala parah hingga risiko kematian.

 

“Adanya perbedaan efek samping vaksin Covid-19 pada setiap orang hingga saat ini juga masih terus diteliti. Namun diduga, peran genetik, penyakit komorbid, maupun sikap orang terhadap vaksinasi memiliki pengaruh atas hal tersebut,” tuturnya.

Hal tersebut senada dengan yang dikatakan ahli biologi molekuler Ahmad Utomo pada pemberitaan Kompas.com sebelumnya (5/4/2021), munculnya efek samping vaksin tergantung pada kondisi tubuh setiap orang dan tipe vaksinnya.

Namuan menurut Ahmad, jika efek samping vaksin yang muncul sesuai dengan yang dilaporkan pada uji klinis vaksin, tidak menyebabkan efek yang berkelanjutan, atau bahkan menyebabkan kematian, itu berarti vaksin masih dalam kategori aman.

Dr. Hendra menegaskan, untuk saat ini, langkah paling bijak adalah mencegah dengan mendapatkan vaksinasi Covid-19 daripada mengobati, mengingat pencegahan masih menjadi ‘tulang punggung’ dari pengobatan Covid-19.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved