Ponsel Jadi Penyebab Gangguan Tidur Masyarakat Selama Pandemi

Setengah dari responden mengaku pola tidur mereka telah berubah ketika pandemi melanda.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Setengah dari responden mengaku pola tidur mereka telah berubah ketika pandemi melanda. 

Ponsel Jadi Penyebab Gangguan Tidur Masyarakat Selama Pandemi

TRIBUNKALTIM.CO - Menurut studi terbaru, penggunaan ponsel, rasa khawatir, dan stres berakibat mengganggu kebiasaan dan kualitas tidur masyarakat di Asia Pasifik (APAC) selama pandemi.

Studi tidur global bertajuk Seeking Solutions: How Covid-19 Changed Sleep Around the World ini dikeluarkan oleh Phillips 2021 yang dirilis dalam rangka World Sleep Day 2021.

1. Penggunaan gawai ponsel

Masyarakat APAC yang menjadi responden studi melaporkan, bahwa mereka terbiasa menggunakan ponsel di tempat tidur, baik sebelum maupun ketika bangun tidur.

Separuh atau sekitar 50 persen menyatakan, bahwa memegang gawai atau menggunakan ponsel adalah hal terakhir yang dilakukan sebelum tertidur.

Dan bertambah menjadi 51 persen responden mengatakan, gawai ponsel menjadi yang pertama mereka gunakan setelah bangun.

Namun, studi ini tidak hanya berhenti sampai seberapa banyak yangorang menggunakan gawai ponselnya saat sebelum maupun ketika bangun tidur.

Studi ini juga menemukan dampak yang diperoleh responden yang melakukan hal tersebut.

Ternyata sebagian besar responden yang menggunakan ponsel sebelum tertidur, yaitu sekitar 78 persen mengaku bahwa hal itu menyebabkan mereka tertidur lebih larut dari waktu yang seharusnya.

Hal ini diakibatkan oleh sekitar 75 persen karena scrolling media sosial, 67 persen karena menonton video, mengecek email sebanyak 39 persen, berbalas pesan sekitar 37 persen, dan lainnya membaca berita terkait pandemi Covid-19 sekitar 45 persen.

Penggunaan gawai seperti ponsel dan tablet menjadi penyebab kurang tidur dan tidur tidak nyenyak sebanyak 17 persen responden, serta lingkungan tidur sekitar 16 persen.

Baca juga: Survei Tunjukkan Kecanduan Ponsel Sebabkan Susah Tidur

ilustrasi stresDragonImages ilustrasi stres

2. Khawatir dan stres

Gangguan kurang tidur yang dialami oleh masyarakat kelompok orang dewasa di APAC, rupanya 21 persen diakibatkan oleh kekhawatiran dan stres yang dialami.

Gangguan kekhawatiran dan stres ini terjadi karena berbagai faktor.

Studi Phillips menemukan, beberapa masalah yang paling mereka khawatirkan adalah sebagai berikut:

- Finansial sekitar 54 persen

- Tanggung jawab pekerjaan sekitar 52 persen

- Kesehatan diri dan keluarga sekitar 38 persen

- Kondisi keluarga secara umum sekitar 34 persen

- Khawatir pandemi masih berlanjut sekitar 43 persen

Baca juga: Bikin Gampang Sakit, Begini 4 Cara Stres Melemahkan Sistem Kekebalan

Gangguan tidur nyenyak masyarakat APAC

Pada studi tersebut juga ditemukan, bahwa setengah dari responden survei di APAC, pola tidur mereka telah berubah ketika pandemi melanda.

Hampir seperempat atau sekitar 22 persen menyatakan, bahwa waktu tidur malam mereka berkurang setiap malam, dengan hanya 35 persen mengaku merasa cukup istirahat ketika bangun pagi dan 44 persen mengalami kantuk di siang hari.

Berikutnya, responden studi mengalami kesulitan seperti terbangun di tengah malam alias tidak nyenyak tidurnya sebanyak 42 persen, kesulitan tertidur 33 persen dan sulit untuk tetap tertidur 26 persen.

Presiden Direktur Phillips Indonesia, Pim Preesman mengatakan bahwa pandemi ini telah mengubah kehidupan kita sehari-hari, termasuk kebiasaan tidur kita.

Banyak orang tidak mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas di malam hari karena berbagai tantangan, mulai dari stress masalah keuangan, tekanan dari keluarga, koneksi internet yang tidak stabil, bekerja dari rumah, hingga membantu anak sekolah online.

Padahal, kualitas tidur sangat penting bagi produktivitas dan kesehatan kita secara menyeluruh, jadi jika kita memiliki masalah tidur, maka penting untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan. 

"Masalah tidur bisa jadi merupakan gejala serius dari kondisi-kondisi kronis lainnya terkait tidur," kata Pim dalam acara virtual media briefing bertajuk Mengejar Mimpi di Tengah Pandemi, Selasa (16/3/2021).

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved