Ponsel Jadi Penyebab Gangguan Tidur Masyarakat Selama Pandemi

Setengah dari responden mengaku pola tidur mereka telah berubah ketika pandemi melanda.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Setengah dari responden mengaku pola tidur mereka telah berubah ketika pandemi melanda. 

Gangguan tidur nyenyak masyarakat APAC

Pada studi tersebut juga ditemukan, bahwa setengah dari responden survei di APAC, pola tidur mereka telah berubah ketika pandemi melanda.

Hampir seperempat atau sekitar 22 persen menyatakan, bahwa waktu tidur malam mereka berkurang setiap malam, dengan hanya 35 persen mengaku merasa cukup istirahat ketika bangun pagi dan 44 persen mengalami kantuk di siang hari.

Berikutnya, responden studi mengalami kesulitan seperti terbangun di tengah malam alias tidak nyenyak tidurnya sebanyak 42 persen, kesulitan tertidur 33 persen dan sulit untuk tetap tertidur 26 persen.

Presiden Direktur Phillips Indonesia, Pim Preesman mengatakan bahwa pandemi ini telah mengubah kehidupan kita sehari-hari, termasuk kebiasaan tidur kita.

Banyak orang tidak mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas di malam hari karena berbagai tantangan, mulai dari stress masalah keuangan, tekanan dari keluarga, koneksi internet yang tidak stabil, bekerja dari rumah, hingga membantu anak sekolah online.

Padahal, kualitas tidur sangat penting bagi produktivitas dan kesehatan kita secara menyeluruh, jadi jika kita memiliki masalah tidur, maka penting untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan. 

"Masalah tidur bisa jadi merupakan gejala serius dari kondisi-kondisi kronis lainnya terkait tidur," kata Pim dalam acara virtual media briefing bertajuk Mengejar Mimpi di Tengah Pandemi, Selasa (16/3/2021).

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved