Merawat Anak yang Isolasi Mandiri karena Covid-19, Berikut Tipsnya

Kasus Covid-19 pada anak cukup tinggi di Indonesia. Hal ini disebut juga berkaitan dengan penyebaran Covid-19 varian Delta di tanah air.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Kasus Covid-19 pada anak cukup tinggi di Indonesia. Hal ini disebut juga berkaitan dengan penyebaran Covid-19 varian Delta di tanah air. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kasus Covid-19 pada anak cukup tinggi di Indonesia. Hal ini disebut juga berkaitan dengan penyebaran Covid-19 varian Delta di tanah air.

Sayangnya, banyak fasilitas kesehatan di Indonesia kini kebanjiran pasien.

Seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19, terutama dengan gejala ringan, dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Tak terkecuali pada anak.

Baca juga: Meningkatkan Saturasi Oksigen, Berikut 3 Cara Proning yang Benar

Baca juga: Bertemu dengan yang Orang Positif Covid-19 Selama 15 Menit, Sudah Termasuk Kontak Erat

Peran orangtua sangatlah dibutuhkan ketika anak terinfeksi Covid-19.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Buku Diary - Panduan Isolasi Mandiri Anak versi 28 Juni 2021. Beberapa poin penting yang harus diperhatikan orangtua saat merawat anak yang isolasi mandiri, antara lain:

1. Syarat isolasi mandiri

Beberapa syarat isolasi mandiri bagi anak antara lain:

  • Tidak menunjukkan gejala (asimptomatik).
  • Mengalami gejala ringan, seperti batuk, pilek, demam, diare, muntah, hingga ruam-ruam.
  • Anak masih dalam kondisi aktif atau bisa makan dan minum dengan normal.
  • Menerapkan etika batuk.
  • Mementau gejala atau keluhan.
  • Melakukan pemeriksaan tubuh dua kali sehari, yakni pagi dan malam hari.
  • Lingkungan rumah atau kamar memiliki ventilasi yang baik.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Setelah Kontak Erat dengan yang Orang Positif Covid-19?

Baca juga: Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Rumah, Segera ke RS Jika Muncul Gejala-gejala Ini

IDAI juga memberi beberapa catatan penting terkait isolasi mandiri anak, termasuk orangtua atau pengasuh disarankan dalam kondisi rendah risiko terhadap gejala berat Covid-19.

Jika ada anggota keluarga yang juga terkonfirmasi positif, maka ia dan anak sapat diisolasi bersama.

Namun, jika orangtua atau pengasuh dan anak berbeda status Covid-19, disarankan tidur di kasur terpisah dan berjarak minimal 2 meter.

2. Tanda perlu dibawa ke rumah sakit

Beberapa gejala Covid-19 pada anak sama seperti pada dewasa, misalnya demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, mual atau muntah, diare, lemas, dan sesak napas.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved