Tips Merawat Anak yang Isolasi Mandiri karena Covid-19

Seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19, terutama dengan gejala ringan, dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, termasuk anak-anak.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19, terutama dengan gejala ringan, dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, termasuk anak-anak. 

Namun, orangtua perlu waspada jika laju napas anak mencapai angka berikut:

  • Usia kurang dari 2 bulan: lebih dari atau sama dengan 60 kali per menit.
  • Usia 2-11 bulan: lebih dari atau sama dengan 50 kali per menit.
  • Usia 1-5 tahun: lebih dari atau sama dengan 40 kali per menit.
  • Usia di atas 5 tahun: lebih dari atau sama dengan 30 kali per menit.

Waspadai jika anak menunjukkan gejala berikut dan segeralah bawa ke rumah sakit:

  • Anak banyak tidur.
  • Napas cepat.
  • Ada cekungan di dada, hidung kembang kempis.
  • Saturasi oksigen di atas 95 persen.
  • Mata merah, ruam, leher bengkak.
  • Demam di atas tujuh hari.
  • Kejang.
  • Tidak bisa makan dan minum.
  • Mata cekung.
  • Buang air besar (BAB) berkurang.
  • Terjadi penurunan kesadaran.

3. Alat dan obat yang perlu disiapkan

Usahakan menyediakan termometer dan pulse oximeter di rumah. Pulse oximeter berfungsi untuk mengukur saturasi oksigen dan frekuensi nadi.

Sementara untuk obat-obatan, orangtua dapat memberikan:

  • Obat demam.
  • Zinc (seng) 20 mg per hari selama 14 hari.
  • Multivitamin. Kebutuhan vitamin C anak adalah maksimal 400 mg per hari (1-3 tahun), 600 mg (4-8 tahun), maksimal 1.200 mg (9-13 tahun), dan maksimal 1.800 mg (14-18 tahun). Sedangkan untuk vitamin B3 adalah 400 U per hari (kurang dari 3 tahun), 1.000 U per hari (anak), 2.000 U per hari (remaja), dan 5.000 U per hari (remaja obesitas).

4. Protokol isoman

Pastikan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di rumah, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menerapkan etika batuk.

Pastikan pula rutin memeriksa suhu anak setiap pagi dan sore, memeriksa saturasi oksigen dan frekuensi nadi, memantau laju napas anak, tetap memberikan ASI pada bayi, hingga memberikan anak makanan bergizi.

Secara khusus, dalam menggunakan masker saat isoman perhatikan ketentuan berikut:

  • Anak usia 2 tahun ke atas atau yang sudah dapat menggunakan dan melepaskan masker, dianjurkan menggunakannya.
  • Cara menggunakan masker harus tepat.
  • Biarkan anak "istirahat masker" jika hanya sendiri di dalam ruangan atau ada jarak 2 meter dari pengasuhnya.
  • Masker tidak perlu digunakan saat anak tidur.
  • Pengasuh yang berada di ruangan yang sama harus menggunakan masker atau pelindung mata bila memungkinkan.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved