Mengapa Sebagian Besar Patung Kuno Kehilangan Hidungnya?

Jika terjadi satu atau dua kali, mungkin Anda bisa menganggapnya kecelakaan.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Kepala Patung Sphinx 

Mengapa Sebagian Besar Patung Kuno Kehilangan Hidungnya?

TRIBUNKALTIM.CO - Jika terjadi satu atau dua kali, mungkin Anda bisa menganggapnya kecelakaan.

Namun, apabila sebagian besar patung kuno telah dirusak di bagian hidungnya, ada hal mencurigakan yang terjadi. Jelas bahwa itu merupakan kesengajaan, tapi siapa yang melakukannya dan mengapa?

Edward Bleiberg, kurator di galeri seni Brooklyn Museum’s Egyptian, mengatakan bahwa awalnya ia juga tidak memperhatikannya.

Namun, ketika banyak pengunjung yang bertanya tentang hilangnya hidung patung-patung kuno, Bleiberg baru mencoba mencari tahu.

Ia melakukan penelitian tentang perusakan wajah dan kaitannya dengan kehidupan setelah kematian.

“Konsistensi pola menunjukkan bahwa itu dilakukan dengan sengaja. Tidak hanya patung, relief 2D juga menunjukkan perusakan yang disengaja,” kata Bleiberg.

Menurut Bleiberg, orang Mesir Kuno benar-benar percaya bahwa patung menyimpan jiwa yang sudah meninggal atau intisari dari dewa.

Patung kuno ini juga mengalami nasib yang sama, bagian hidungnya hilang.
Patung kuno ini juga mengalami nasib yang sama, bagian hidungnya hilang. (istimewa)

Patung, relief, dan lukisan dianggap sebagai portal antara yang hidup dengan dunia para dewa dan orang-orang mati.

Sebuah ritual biasanya akan dilakukan untuk ‘mengaktifkan’ patung sehingga mudah dirasuki roh.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved