10 Protokol Isolasi Mandiri untuk Anak Positif Covid-19

Banyak orangtua yang panik dan kebingungan ketika mendapati anaknya terpapar Covid-19.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Banyak orangtua yang panik dan kebingungan ketika mendapati anaknya terpapar Covid-19. Padahal, respons orangtua sangat penting agar anak mendapatkan penanganan dan perawatan yang tepat. 

Pastikan anak mengerti untuk menutup mulut dan hidungnya dengan tisu atau lengan baju.

Buang tisu sisa batuk ke tempat sampah dan cuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer.

  • Periksa suhu tubuh pagi dan sore

Sediakan termometer untuk memerika suhu tubuh anak secara berkala pada pagi dan sore hari.

Jika anak demam atau suhu badan terlalu tinggi, berikan paracetamol untuk membantu menurunkannya.

Jika demam pada anak tak kunjung turun, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi terbaik.

  • Periksa saturasi oksigen dan frekuensi nadi

Orangtua juga harus menyediakan oxymeter untuk memantau saturasi oksigen dan frekuensi nadi anak.

Apabila tingkat saturasi oksigen di bawah 95 persen, orangtua harus waspada dan segara mencari bantuan dari tenaga kesehatan.

  • Pantau laju napas

Pantau laju napas pada anak untuk memastikan kondisi vitalnya. IDAI menyebutkan sejumlah kriteria yang tergolong menjadi berisiko untuk kesehatan anak.

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahaya apabila bayi di bawah dua bulan memiliki laju napas lebih dari 60x per menit.

Lalu untuk bayi usia 2-11 bulan sebanyak lebih dari 50x per menit, balita 1-5 tahun 40x per menit dan anak di atas lima tahun memiliki laju napas 30x per menit. 

  • Berikan ASI

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved