Makanan yang Direkomendasikan WHO untuk Menjaga Imunitas saat Pandemi

Nutrisi dan hidrasi yang tepat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah wabah Covid-19.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Ilustrasi bahan makanan. Nutrisi dan hidrasi yang tepat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah wabah Covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO – Nutrisi dan hidrasi yang tepat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah wabah Covid-19.

Mengonsumsi makanan segar dan tidak diproses akan membantu tubuh mendapatkan vitamin, mineral, serat, protein, dan antioksidan.

Di sisi lain, asupan gula, lemak, dan garam pun sebaiknya dibatasi untuk menurunkan risiko berbagai penyakit yang berbahaya.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), berikut adalah makanan yang harus dikonsumsi selama pandemi Covid-19.

Makanan segar dan tidak diproses

Mengonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, daging, telur, ikan, dan susu sangat direkomendasikan guna menjaga kesehatan di tengah pandemi.

Masaklah sayuran dengan suhu dan waktu yang cukup untuk menjaga kandungan nutrisinya agar tidak hilang.

WHO menyarankan untuk makan 4 porsi buah, 5 porsi sayuran, 180 gram biji-bijian, dan kacang-kacangan setiap hari.

Untuk daging merah bisa dikonsumsi dua kali per minggu dan unggas dikonsumsi dua hingga tiga kali per minggu.

Sebagai camilannya, pilihlah sayuran mentah dan buah segar dibandingkan makanan manis yang tinggi gula atau makanan berlemak.

Minum air putih yang cukup

Air sangat penting untuk kesehatan tubuh. Ia bertugas mengangkut nutrisi dan senyawa dalam darah, mengatur suhu tubuh, membuang limbang, serta melumasi bantalan sendi.

Agar tubuh tetap fit dan bugar selama pandemi Covid-19, minumlah delapan hingga sepuluh gelas air setiap hari.

Meski air mineral merupakan pilihan terbaik, asupan air juga bisa didapat melalui buah dan sayur dengan kandungan air yang melimpah.

Namun, hindarilah mengonsumsi jus buah atau minuman ringan karena mengandung gula yang tinggi.

Batasi makanan berlemak

Untuk menghindari efek negatifnya terhadap kesehatan, hindarilah mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, seperti daging berlemak, mentega, minyak kelapa, krim, dan keju.

Jika ingin mengonsumsi daging, sebaiknya pilih daging putih, seperti ikan dan unggas, karena lebih rendah lemak dibandingkan daging merah.

Selain lemak jenuh, lemak trans juga harus dihindari. Biasanya, lemak trans terdapat dalam makanan olahan dan makanan cepat saji.

Batasi asupan garam dan gula

Ketika memasak dan menyiapkan makanan, batasi penggunaan garam dan gula. Asupan garam dibatasi hingga kurang dari 5 gram atau satu sendok teh per hari.

Untuk mengurangi gula, minuman ringan dan minuman bersoda yang tinggi soda juga harus dihindari.

Pilihlah buah segar atau kacang-kacangan sebagai cemilan sehat dibandingkan makanan penutup yang manis namun berbahaya untuk kesehatan.

Hindari makan di luar

Makan di rumah dapat mengurangi tingkat kontak dengan orang lain sehingga dapat meminimalisasi kesempatan terpapar Covid-19.

WHO menyarankan untuk menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain, jika terpaksa harus membeli makanan di luar rumah.

Pastikan makanan yang dibeli pun memenuhi syarat-syarat pola makan sehat dan seimbang menurut WHO untuk menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved