Covid-19 Varian Lambda Disebut WHO Punya Kemampuan Cepat Menular

WHO menetapkan varian Lambda sebagai Variant of Interest (VOI) dan disebut memiliki kemampuan cepat menyebar.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
WHO menetapkan varian Lambda sebagai Variant of Interest (VOI) dan disebut memiliki kemampuan cepat menyebar. 

TRIBUNKALTIM.CO - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan varian Lambda sebagai Variant of Interest (VOI) dan disebut memiliki kemampuan cepat menyebar dan telah menjadi varian dominan di kawasan Amerika Latin.

Varian virus corona ini pertama kali teridentifikasi di Peru pada Agustus 2020 lalu dan dilabeli sebagai VOI oleh WHO pada 14 Juni 2021, berdasarkan garis keturunan Pango C.37, klad GISAID GR/452Q, klad NextStrain 20D.

Baca juga: Covid-19 Varian Delta Telah Bermutasi Jadi Delta Plus, Apa Bedanya?

Seperti diberitakan Kompas.com, WHO menetapkan sebagai Variant of Interest (VOI) global, yang artinya varian baru Covid-19 yang mendapat perhatian, meski belum dianggap mengkhawatirkan.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Sudah Tersedia, Begini Saran Ahli

WHO mengungkapkan bahwa varian Lambda berstatus sebagai Variant of Interest setelah muncul di sejumlah negara secara bersamaan.

Varian Lambda tingkatkan kasus Covid-19

Di Peru, di mana varian virus corona ini kali pertama teridentifikasi pada Agustus 2020 lalu, saat ini telah menyumbang 82 persen kasus infeksi baru.

Dikutip dari DW News, Rabu (30/6/2021) varian Lambda atau C.37, terdeteksi di 29 negara di dunia, di mana varian virus Lambda ini telah menyebar di 7 negara di Amerika Latin.

Selain Peru, varian Lambda juga dilaporkan menyebar dan ditemukan di satu dari tiga kasus di Cile, serta ditemukan juga di Argentina, Brasil, Kolombia, Ekuador dan Meksiko.

Baca juga: Media Asing Soroti PPKM Darurat di Jawa-Bali, Situasi di Indonesia Dianggap Mengerikan

Varian Lambda telah berkontribusi terhadap peningkatan kasus Covid-19 di Peru, tempat di mana kali pertama varian virus corona ini ditemukan.

Ahli virologi Pablo Tsukayama dan timnya dari Cayetano Heredia University di Lima telah melacak evolusi varian Lambda di Peru selama berbulan-bulan setelah teridentifikasi melalui pengujian genom.

Varian Lambda ini menyebar lebih cepat daripada varian yang dianggap jauh lebih berbahaya oleh WHO, bahkan kecepatan penyebarannya mengalahkan varian Gamma yang telah merajalela di Brasil.

Baca juga: PPKM Darurat Diperlukan walau Bikin Kebangkitan Ekonomi Tertahan Lagi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved