Obat yang Direkomendasikan WHO untuk Pasien Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan 2 Jenis obat untuk pasien Covid-19.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Ilustrasi obat corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan 2 Jenis obat untuk pasien Covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan obat radang sendi (kortikosteroid) Actemra buatan Roche dan Kevzara buatan Sanofi untuk pasien Covid-19. Rekomendasi WHO ini diumumkan WHO,

Kortikosteroid adalah obat yang mengandung hormon steroid yang berguna untuk menambah hormon steroid dalam tubuh bila diperlukan, dan meredakan peradangan atau inflamasi, serta menekan kerja sistem kekebalan tubuh yang berlebihan.

Seperti dilansir dari Channel News Asia, WHO merekomendasikan kedua obat itu setelah melihat data 10.930 pasien Covid-19.

Baca juga: Makanan yang Harus Dikonsumsi saat Pandemi, Rekomendasi WHO Hindari Makan di Luar

Data menunjukkan, pasien yang diberi obat kortikosteroid mampu mengurangi risiko kematian dan kebutuhan akan mesin ventilator.

"Kami telah memperbarui panduan perawatan klinis kami untuk mennginformasikan perkembangan terbaru ini," kata pejabat Darurat Kesehatan WHO Janet Diaz.

Penelitian ini merupakan kolaborasi WHO bersama dengan King's College London, University of Bristol, University College London, dan Guy's and St Thomas' NHS Foundation Trust.

Baca juga: Susu Beruang Bukan Obat Covid-19, Ini Dampak Buruknya Jika Kebanyakan

Dari 10.930 pasien Covid-19, 6.449 pasien mendapat salah satu obat kortikosteroid dan 4.481 pasien mendapat perawatan standar atau diberi obat plasebo.

Dilansir Reuters, Rabu (7/7/2021), tim peneliti WHO menyimpulkan bahwa perawatan pasien Covid-19 yang parah dan kritis dengan antagonis interleukin-6 dapat menghalangi peradangan dan akhirnya mengurangi kebutuhan penggunaan ventilator dan risiko kematian.

Menurut analisis WHO, risiko kematian dalam 28 hari untuk pasien yang diberi obat radang sendi kortikosteroid seperti deksametason adalah 21 persen. Sementara orang yang mendapat terapi standar atau plasebo, risiko kematian sebesar 25 persen.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasil Tes Antigen Positif? Ini Saran Ahli

"Untuk setiap 100 pasien seperti itu, empat orang atau lebih akan bertahan hidup," kata WHO.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved