Kehilangan Indra Penciuman dan Perasa Bisa Jadi Pertanda Baik Covid-19

25 persen orang yang terkena anosmia mengatakan, mereka tidak dapat memulihkan indra penciuman hingga 60 hari.

Editor: Geafry Necolsen
Shuttertock
25 persen orang yang terkena anosmia mengatakan, mereka tidak dapat memulihkan indra penciuman hingga 60 hari. 

TRIBUNKALTIM.CO - Orang yang kehilangan indra penciuman dan perasa merupakan salah satu gejala paling pasti terinfeksi Covid-19. Anosmia juga bisa menjadi pertanda baik bagi pasien Covid-19.

Di awal tahun 2021, dua penelitian internasional mengonfirmasi bahwa sebagian besar orang yang terinfeksi Covid-19 mengalami gejala anosmia atau hilangnya indra penciuman dan perasa untuk sementara waktu.

Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa anosmia karena Covid-19 merupakan indikator terbaik dari paparan virus corona.

Bagi banyak orang, kehilangan penciuman dan pengecapan bisa sangat parah, bisa memakan waktu berminggu-minggu dan berbulan-bulan sebelum indra kembali normal.

Dilansir Healthline, sekitar 86 persen orang yang terpapar Covid-19 kehilangan indra penciuman dan perasa sebagian atau total.

Kendati gejala ini tergolong yang paling umum dialami pasien Covid-19, menurut riset yang terbit pada bulan Januari 2021, mayoritas pasien Covid-19 yang mengalami anosmia (hampir 55 persen) mengembangkan gejala ringan.

Belum diketahui pasti kenapa orang yang mengalami anosmia mengembangkan gejala Covid-19 ringan.

Namun peneliti berpikir, pasien Covid-19 yang anosmia memiliki gejala ringan mungkin karena mereka memiliki antibodi tertentu dengan kadar lebih tinggi yang membatasi penyebaran virus corona ke hidung.

Menurut Dr. Jonathan Overdevest, asisten profesor rinologi dan bedah dasar tengkorak di Universitas Columbia, jawaban pastinya tetap sulit dipahami.

“Kita tahu bahwa kehilangan penciuman karena Covid-19 lebih dari mekanisme sederhana yangterjadi pada infeksi saluran pernapasan musiman, di mana gejala umum hidung tersumbat dan pilek mengakibatkan aliran udara yang buruk dan berkurangnya pengiriman bau ke daerah hidung yang bertanggung jawab pada bau,” katanya.

Pasien Covid-19 dengan gejala parah tidak mengembangkan anosmia

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved