Waspada Infeksi Nosokomial Jika Dirawat di Rumah Sakit

Kejadian ini paling banyak mempengaruhi pasien yang di rawat inap. Kondisi ini bisa memperparah kondisi penyakit sebelumnya sehingga membuat pasien le

Editor: Geafry Necolsen
ANTARA FOTO
Kejadian ini paling banyak mempengaruhi pasien yang di rawat inap. Kondisi ini bisa memperparah kondisi penyakit sebelumnya sehingga membuat pasien lebih sulit sembuh. 

Waspada Infeksi Nosokomial Jika Dirawat di Rumah Sakit

TRIBUNKALTIM.CO Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapatkan pasien saat ke rumah sakit untuk dirawat selain infeksi tersebut. Infeksi nosokomial bisa terjadi pada siapa saja dan di rumah sakit mana pun.

Infeksi nosokomial disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit.

Kejadian ini paling banyak mempengaruhi pasien yang di rawat inap. Kondisi ini bisa memperparah kondisi penyakit sebelumnya sehingga membuat pasien lebih sulit sembuh.

Kelompok pasien yang rentan terkena infeksi nosokomial

Terdapat empat kelompok pasien yang rentan terkena penyakit ini.

  1. Pasien dengan imun rendah, seperti orang tua dan bayi prematur.
  2. Pasien yang menerima tindakan invasif seperti intubasi endotrakea, pemasangan kateter, atau trakeostomi.
  3. Pasien yang menerima obat imunosupresif dan antimikroba.
  4. Pasien yang menerima transfusi darah berulang.

Proses terjadinya infeksi nosokomial

Penularan infeksi di rumah sakit terjadi melalui empat macam cara

  1. Penularan kontak, baik langsung atau tidak langsung. Seperti kontak dengan sarung tangan atau pakaian yang terinfeksi.
  2. Penularan melalui udara, seperti ada orang yang batuk, bersin, atau berbicara. Kemudian materi patogen menyerang pasien lain.
  3. Penularan melalui makanan, air, dan obat-obatan.
  4. Penularan melalui vektor, misal nyamuk yang bisa menularkan demam berdarah kepada pasien lain.

Jenis infeksi nosokomial

Dilansir dari Program Pendidikan Spesialis Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, terdapat empat infeksi nosokomial yang paling umum terjadi.

Infeksi tersebut adalah 39 persen infeksi saluran kemih, 17 persen infeksi luka operasi, 18 persen pneumonia, dan 7 persen infeksi sistemik.

Namun, infeksi nosokomial juga bisa menyerang anggota tubuh yang lain seperti tulang dan sendi, sistem saraf pusat, mata, saluran pencernaan, saluran reproduksi, dan kulit.

Pencegahan

Dilansir dari Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), pencegahan infeksi nosokomial harus dilakukan dengan rencana terintegrasi dan terprogram dari rumah sakit dan pencegahan infeksi antar pasien. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Membatasi penularan organisme dari atau antara pasien dengan cara mencuci tangan, menggunakan sarung tangan, tindakan aseptik, isolasi pasien, dan sterilisasi.
  2. Menggunakan alat pelindung diri sesuai standar.
  3. Mengontrol risiko penularan.
  4. Melindungi pasien dengan memberikan antibiotik profilaksis serta nutrisi yang tepat.
  5. Pengamatan dan pencegahan infeksi pada tenaga medis.
  6. Edukasi terhadap tenaga medis dan pasien.
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved