Vaksin Pfizer Diklaim Efektif Lawan Covid-19, Ini Kata Ahli di Indonesia

Ahli biologi molekular, Ahmad Utomo mengatakan, hingga saat ini belum ada jurnal ilmiah terkait efektivitas vaksin Covid-19.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Perusahaan farmasi ini juga menyebut, bahwa vaksin yang dikembangkan memberikan perlindungan tujuh hari setelah dosis kedua dan 28 hari setelah dosis awal vaksin Covid-19 itu diberikan. 

Vaksin Pfizer Diklaim Efektif Lawan Covid-19, Ini Kata Ahli di Indonesia

TRIBUNKALTARA.COM - Beredar kabar vaksin Pfizer diklaim efektif lawan Covid-19 alias virus corona, ahli biologi molekular di Indonesia justru beber hal tersembunyi.

Baru-baru ini perusahaan farmasi Pfizer dan BioNTech mengungkapkan, kandidat vaksin yang mereka uji 90 persen efektif melawan Covid-19.

Klaim tersebut berdasarkan pengujian vaksin Pfizer.

 

Kandidat vaksin yang dibuat ini berbasis mRNA atau hanya menggunakan kode genetik, dan bukan bagian dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Perusahaan farmasi ini juga menyebut, bahwa vaksin yang dikembangkan memberikan perlindungan tujuh hari setelah dosis kedua dan 28 hari setelah dosis awal vaksin Covid-19 itu diberikan.

Dalam data awal uji klinis fase 3 yang disebut analisis interim tersebut, terdapat 94 kasus positif Covid-19 dari 43.000 partisipan uji coba.

Menanggapi hal tersebut, ahli biologi molekular, Ahmad Utomo mengatakan, hingga saat ini belum ada jurnal ilmiah terkait efektivitas vaksin Covid-19.

Menurutnya klaim evektifitas vaksin baru sebatas informasi satu arah dari perusahaan tersebut.

Menurut Ahmad, harus dipastikan lebih dulu, dari 94 orang yang terinfeksi Covid-19, berapa banyak jumlah terinfeksi dari kelompok vaksin dan kelompok yang diberikan placebo.

"Dari dua kelompok pada uji klinis ini, kelompok yang diberikan placebo dan kelompok yang diberikan vaksin, idealnya di kelompok vaksin kurang dari 9 orang, untuk mengatakan vaksin ini 90 persen efektif,” kata Ahmad.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah, dari kelompok usia 18 hingga 80 tahun yang menjadi relawan dalam uji klinis vaksin ini, kelompok usia muda atau usia tua yang terbukti mendapat proteksi 90 persen dari vaksin tersebut.

Lebih lanjut Ahmad mengatakan, ada dua hal utama yang diharapkan dari vaksin, yaitu untuk mencegah penularan dan atau mencegah penyakit, gejala serius, dan bahkan kematian.

“Kalau kita lihat re-design dari yang dilakukan Pfizer dan BioNTech, vaksin mereka tidak mencegah penularan, tetapi yang dilihat adalah proteksi terhadap gejala,” jelasnya dalam chanel YouTube pribadi Ahmad Utomo.

Sehingga, ketika nanti memang terbukti efektif, protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) harus tetap diterapkan.

Apalagi, vaksin Covid-19 ini tidak mungkin diberikan secara serentak.

Karena kapasitas Pfizer dan BioNTech baru mencapai 50 juta dosis per tahun.

"Jika injeksi dilakukan dua kali, berarti hanya untuk 25 juta orang per tahun.

Padahal, ada 3-4 miliar manusia di dunia," pungkas Ahmad.

Klaim Sri Mulyani soal vaksin Pfizer

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
5116 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved