Aerator Akuarium untuk Pasien Covid-19 yang Butuh Oksigen, Apa Kata Ahli?

Beredar video yang viral tentang penggunaan aerator akuarium untuk dipakai untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Beredar video yang viral tentang penggunaan aerator akuarium untuk dipakai untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen. 

TRIBUNKALTIM.CO - Beredar video yang viral tentang penggunaan aerator akuarium untuk dipakai untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen.

Menyusul lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia, menyebabkan banyak rumah sakit kekurangan tabung oksigen. Banyak pasien Covid-19 yang datang dengan kondisi sesak napas dan membutuhkan oksigen.

Banyaknya pasien Covid-19 yang membludak di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, membuat ketersediaan oksigen menjadi semakin berkurang.

Sebuah video viral, menunjukkan cara menggunakan alat yang biasa digunakan atau dipasang di akuarium atau kolam ikan, yang disebut aerator.

Aerator adalah alat untuk membantu melarutkan oksigen dari udara ke dalam air kolam atau akuarium.

Dalam video berdurasi 5 menit 13 detik itu menunjukkan dua mesin aerator, yang dilengkapi dengan satu botol air mineral dan selang bening. Pria di dalam video tersebut menunjukkan cara mengubah aerator menjadi alat yang bisa digunakan untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen.

Terkait video viral aerator untuk bantu oksigen pasien Covid-19 tersebut, peneliti ventilator Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) angkat bicara menjelaskan tentang aerator tersebut.

Koordinator Kelompok Penelitian Otomasi Industri, Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI, Hendri Maja Saputra mengatakan bahwa ia dan timnya sudah mencoba bereksperimen menggunakan alat seperti yang ditampilkan dalam video tersebut.

"Hasilnya tidak benar (menghasilkan oksigen yang bisa digunakan untuk pasien Covid-19)," kata Hendri saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/7/2021).

Artinya, aerator atau alat yang dibuat dalam video viral tersebut, yang diklaim dapat digunakan pada pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen, menunjukkan bahwa fraksi oksigen yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Sumber: Kompas.com

Halaman selanjutnya

 

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved