Bisakah Vaksin Melawan COVID-19 Varian Delta?

Para ahli mengatakan varian Delta COVID-19 menimbulkan ancaman karena tingkat penularan yang lebih tinggi daripada varian lain.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Para ahli mengatakan varian Delta COVID-19 menimbulkan ancaman karena tingkat penularan yang lebih tinggi daripada varian lain. 

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan akhir pekan lalu bahwa varian Delta sekitar 40 persen lebih mudah menular daripada varian Alpha.

Gejala COVID-19 varian Delta

Mengutip dari New York Times, dokter di China menemukan bahwa ketika varian Delta menyebar ke seluruh negeri, orang-orang memiliki gejala yang berbeda dan lebih parah daripada yang dilaporkan sebelumnya.

Ketika seseorang terinfeksi virus ini, biasanya ia akan mengalami demam.

Namun, tingkat virus dalam tubuh lebih tinggi dari varian lainnya.

Hal ini menyebabkan banyak orang mengalami sakit parah dalam 3 atau 4 hari sejak terinfeksi.

Di Inggris Raya, satu penelitian menemukan bahwa gejala yang paling banyak dilaporkan adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, dan pilek.

Baca juga: Wisma Atlet Penuh, Pasien yang Masih Positif Covid-19 Diminta Pulang

Baca juga: Sempat Bertemu Guru di Sekolah, Belasan Siswa SD Positif Covid-19

Selain itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menuturkan bahwa gejala varian ini juga masih mirip dengan gejala COVID-19 secara umum, yakni batuk, sesak napas, sakit kepala, kelelahan, atau kehilangan indera perasa atau penciuman.

Selain itu, sebagian kasus juga menunjukkan bahwa orang yang terpapar infeksi ini tidak memiliki gejala apa pun.

Namun, ia sangat berpotensi menularkannya kepada orang lain yang lebih rentan.

Seberapa parah penyakit yang disebabkan oleh varian Delta?

Menurut Public Health England (PHE), bukti awal menunjukkan varian Delta dapat meningkatkan risiko rawat inap dibandingkan dengan varian Alpha.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved