Bisakah Vaksin Melawan COVID-19 Varian Delta?

Para ahli mengatakan varian Delta COVID-19 menimbulkan ancaman karena tingkat penularan yang lebih tinggi daripada varian lain.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Para ahli mengatakan varian Delta COVID-19 menimbulkan ancaman karena tingkat penularan yang lebih tinggi daripada varian lain. 

TRIBUNKALTIM.CO - Para ahli mengatakan varian Delta COVID-19 menimbulkan ancaman karena tingkat penularan yang lebih tinggi daripada varian lain.

Selain itu, biasanya varian ini akan menyebabkan gejala tertentu yang dapat menyebabkan seseorang lebih lama menjalani rawat inap di rumah sakit.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian Delta, juga dikenal sebagai B.1.617.2, pertama kali terdeteksi di India tetapi sejak itu muncul di lebih dari 70 negara.

Baca juga: Virus Corona Bermutasi Lagi, Tak Terdeteksi PCR dan Bisa Menghindari Vaksin 

Baca juga: Bertambah 15.308 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Rekor Tertinggi Selama Pandemi di Indonesia

Merangkum dari Healthline, varian ini tidak hanya menyebar lebih mudah daripada strain sebelumnya, tetapi juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Beberapa peneliti telah mengatakan bahwa vaksin sudah terbukti dapat melawan varian ini.

Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi orang yang tidak divaksinasi dan mereka yang memiliki respons kekebalan yang lebih lemah terhadap virus.

Baca juga: Tsunami Covid-19 India Mengancam Keberhasilan Vaksinasi Dunia

Tingkat penularan COVID-19 varian Delta?

Amerika Serikat dan Inggris telah sepenuhnya memvaksinasi sekitar 43 persen dari populasi mereka.

Namun, karena varian Delta lebih sering menginfeksi warga di Inggris Raya dalam beberapa pekan terakhir, negara tersebut mengalami lonjakan kasus COVID-19 .

Baca juga: Dinkes Tangerang Stok Tabung Oksigen untuk Pasien Covid-19

Baca juga: Kasus Covid Melonjak, Dokter Dilema Putuskan Pasien Mana yang Akan Diberi Oksigen

Lonjakan serupa dalam kasus terlihat di India ketika varian Delta menyebar luas.

Para ahli mengatakan ini karena varian ini lebih mudah menular.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved