Misteri Jutaan Burung Dijadikan Mumi, Bagaimana Orang Mesir Kuno Melakukannya?

Yang mencengangkan, jumlah burung yang dikuburkan bersama orang Mesir mencapai jutaan ekor.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Sangat umum bagi orang Mesir kuno dimakamkan bersama dengan persembahan pada dewa. Salah satu persembahan yang hampir tak pernah ketinggalan adalah burung. Yang mencengangkan, jumlah burung yang dikuburkan bersama orang Mesir mencapai jutaan ekor. 

Misteri Jutaan Burung Dijadikan Mumi, Bagaimana Orang Mesir Kuno Melakukannya?

TRIBUNKALTIM.CO - Sangat umum bagi orang Mesir kuno untuk dimakamkan bersama dengan persembahan pada dewa. Salah satu persembahan yang hampir tak pernah ketinggalan adalah burung yang sudah dimumikan.

Mumi burung ini menjadi persembahan bagi pada dewa Horus, Ra, atau Thoth.

Namun yang mencengangkan adalah jumlah burung yang dikuburkan bersama orang Mesir seperti burung pemangsa dan ibis diperkirakan mencapai jutaan ekor.

Baca juga: Orang Mesir Kuno Gunakan Roti Berjamur Sebagai Obat Luka, Orang Modern Menyebutnya Antibiotik

Temuan dalam jumlah fantastis itu tentunya membuat penasaran. Dari mana asal burung-burung tersebut.

Hingga saat ini belum jelas apakah burung itu memang dibiakkan untuk tujuan khusus atau ditangkap di alam liar.

Sebuah penelitian baru, seperti dikutip dari Science Alert, akhirnya berhasil mengungkapnya misteri jutaan burung dimumikan.

Baca juga: Mumi Berlidah Emas Ditemukan di Situs Pemakaman Mesir Kuno

Dalam studi yang dipublikasikan di Scientific Reports, peneliti mengamati komposisi kimiawi burung-burung ini dari 20 ibis dan mumi burung lain koleksi Musée des Confluences di Lyon.

Hasil analisis mengungkapkan secara luas dan beragam diet para burung tersebut. Peneliti menemukan jika diet burung bukanlah makanan yang diperoleh dipenangkaran.

Dengan kata lain hal tersebut menunjukkan jika burung-burung yang dikorbankan dan didapatkan dari alam liar.

Peneliti menyebut burung pemangsa secara teratur bermigrasi keluar dari Lembah Nil. sementara ibis sendiri merupakan populasi burung lokal tetapi berkelana lebih jauh di sekitar lembah untuk mengumpulkan makanan.

Baca juga: Arkeolog Temukan Mumi Ibu Hamil 7 Bulan

"Apakah burung-burung ini dibiakkan secara industri atau diburu secara besar-besaran adalah masalah perdebatan yang sengit. Jika dibiakkan maka akan berdampak signifikan pada pasokan sedangkan jika diburu akan menjadi beban ekologis pada populasi burung," ungkap penulis dalam studi mereka.

Bukti jika burung-burung persembahan ini ditangkap dari alam liar juga pernah ditemukan lukisan burung Mesir kuno yang ditangkap di habitatnya.

Selain itu juga studi DNA pada mumi burung tahun 2019 menunjukkan pula bahwa burung migran mungkin telah dijinakkan dalam waktu yang singkat.

Temuan ini pun juga mengungkapkan bahwa orang Mesir pasti memiliki jaringan perburuan yang luas untuk mengumpulkan jutaan burung yang akan dikorbankan.

Baca juga: Aneh, Mumi Berusia 1.000 Tahun Ini Ditemukan dengan Perut Buncit & Penuh Belalang

"Dari kumpulan sampel yang diteliti, tampaknya penangkaran burung skala besar untuk mumifikasi tidak mungkin dilakukan," papar peneliti.

Kematian adalah bisnis besar di Mesir kuno, begitu pula hewan yang dimumikan. Sebagian besar dewa mereka berbentuk binatang. Kucing serta burung dianggap sebagai representasi dewa di Bumi.

Manusia diawetkan sebagai mumi untuk mencapai akhirat dan hewan ditempatkan di samping mereka karena beberapa alasan.

Baca juga: Kejutkan Dunia Arkeologi, Tim Peneliti Temukan Mumi Mesir Kuno Terbungkus Lumpur

Sebagai persembahan para dewa, makanan untuk akhirat, dan sebagai cara mengirim hewan kesayangan bersama pemiliknya.

Berdasarkan temuan dari penggalian arkeologi, diperkirakan hewan-hewan yang dikuburkan atau mumi hewan bisa mencapai puluhan juta jumlahnya.

Penulis : Kontributor Sains, Monika Novena
Editor : Geafry Necolsen

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved