Ini Alasan Mengapa Pesawat Tidak Terbang dalam Garis Lurus

Pesawat tidak pernah terbang dengan garis lurus langsung dari bandara asal ke bandara yang dituju, begitu pula sebaliknya.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Pesawat tidak pernah terbang dengan garis lurus langsung dari bandara asal ke bandara yang dituju, begitu pula sebaliknya. 

Arus udara dataran tinggi ini ada di dekat bagian atas troposfer yang merupakan lapisan atmosfer bumi terendah dan tempat terjadinya sebagain besar cuaca.

Perbatasan antara troposfer dan lapisan berikutnya, stratosfer, dikenal sebagai tropopause, ketinggian yang berfluktuasi antara empat hingga dua belas mil di atas permukaan bumi.

Fluktuasi ini menghasilkan pergeseran cepat suhu dan tekanan udara, yang menciptakan terowongan angin yang dapat mencapai kecepatan lebih dari 200 mil per jam.

Kecepatan ekstrem ini paling sering terjadi selama bulan-bulan musim dingin ketika perbedaan suhu paling tinggi, tetapi kecepatan angin reguler 80 hingga 140 mil per jam cukup umum.

Bumi memiliki empat aliran jet utama yang terdiri dari dua aliran di setiap belahan bumi, dan berkat rotasi bumi sebagian besar mengalir dari barat ke timur.

Dua yang paling penting bagi maskapai penerbangan adalah aliran jet kutub, yang terbentuk di dekat Lingkaran Arktik, dan aliran jet subtropis di dekat ekuator.

Ini berarti bahwa terbang dengan aliran jet dapat memangkas waktu penerbangan.

Namun, terbang ke arus jet justru akan memperpanjang waktu tempuh penerbangan.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved