Indonesia Termasuk 10 Negara Produsen Emas Terbesar, Berapa Banyak Emas yang Tersisa di Bumi?

Emas sangat diminati banyak orang sebagai investasi, simbol status, hingga digunakan sebagai komponen kunci dalam banyak produk elektronik.

Editor: Geafry Necolsen
Antara Foto
Emas sangat diminati banyak orang sebagai investasi, simbol status, hingga digunakan sebagai komponen kunci dalam banyak produk elektronik. 

Berdasarkan angka kasar tersebut, ada sekitar 20 persen yang masih harus ditambang. Tapi, ini merupakan target yang bergerak.

Teknologi baru memungkinkan mengekstraksi beberapa cadangan yang saat ini diketahui tidak ekonomis untuk diakses.

Inovasi terbaru termasuk big data hingga smart data mining, berpotensi dapat mengoptimalkan proses dan menurunkan biaya.

Robotika sudah digunakan di beberapa lokasi dan diharapkan semakin menjadi teknologi standar dalam eksplorasi tambang.

Lebih sulit menambang?

Penambangan skala besar sangat padat modal, memerlukan banyak mesin dan keahlian untuk menambang area yang luas di dalam dan di bawah permukaan.

Saat ini, sekitar 60 persen dari operasi pertambangan dunia merupakan tambang permukaan, sedangkan sisanya merupakan tambang bawah tanah.

"Penambangan semakin sulit dalam arti banyak tambang besar, berbiaya rendah, dan yang lebih tua seperti di Afrika Selatan, hampir habis," ujar Mr Norman.

"Tambang emas China di sisi lain jauh lebih kecil. Karenanya memiliki biaya yang lebih tinggi," lanjutnya.

Masih relatif sedikit wilayah yang tersisa belum dijelajahi untuk penambangan emas, meskipun kemungkinan yang paling menjanjikan ada di beberapa bagian dunia seperti Afrika Barat.

Rekor tertinggi

Meskipun harga emas mencapai rekor tertinggi pada Agustus lalu, hal ini tidak otomatis mengartikan adanya peningkatan aktivitas penambangan emas.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved