Indonesia Termasuk 10 Negara Produsen Emas Terbesar, Berapa Banyak Emas yang Tersisa di Bumi?

Emas sangat diminati banyak orang sebagai investasi, simbol status, hingga digunakan sebagai komponen kunci dalam banyak produk elektronik.

Editor: Geafry Necolsen
Antara Foto
Emas sangat diminati banyak orang sebagai investasi, simbol status, hingga digunakan sebagai komponen kunci dalam banyak produk elektronik. 

TRIBUNKALTIM.CO - Harga emas merangkak naik di tengah terjadinya pandemi virus corona, meskipun sempat mengalami penurunan.

Kenaikan harga emas diproyeksi masih akan terus berlanjut selama beberapa bulan ke depan.

Emas sangat diminati banyak orang sebagai investasi, simbol status, hingga digunakan sebagai komponen kunci dalam banyak produk elektronik.

Sementara dengan kenaikan harga yang ada, memunculkan pertanyaan mengenai pasokan logam mulia ini sampai waktu habisnya.

Mengingat, sumber daya emas terbatas dan pada akhirnya akan datang masa di mana tidak ada lagi yang tersisa untuk ditambang.

Indonesia

Melansir BBC, Indonesia menjadi salah satu negara yang mempunyai sumber emas terbesar di dunia.

Sumber emas terbesar dalam sejarah adalah Witwatersrand Basin di Afrika Selatan, di mana menyumbang sekitar 30 persen dari semua emas yang pernah ditambang.

Sumber utama emas lainnya termasuk tambang Mponeng yang sangat dalam di Afrika Selatan, tambang Super Pit dan Newmont Boddington di Australia, tambang Grasberg Indonesia, dan tambang di Nevada Amerika Serikat.

Saat ini, China merupakan penambang emas terbesar di dunia, sedangkan Kanada, Rusia, dan Peru menjadi produsen utama.

Dalam hal perusahaan, Nevada Gold Mines yang mayoritas dimiliki oleh Barrick Gold, kompleks penambangan emas tunggal terbesar di dunia, memproduksi sekitar 3,5 juta ons setahun.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved