Fakta Varian Delta, Penyebab Tsunami Covid-19 di India

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ini adalah varian paling menular yang memicu gelombang pandemi di berbagai negara.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ini adalah varian paling menular yang memicu gelombang pandemi di berbagai negara. 

Pada 31 Mei 2021, WHO merilis penamaan atau label pada varian virus corona yang diwaspadai.

Penamaan ini bertujuan agar penyebutan lebih sederhana dan menghapus stigma pada negara-negara di mana varian pertama kali terdeteksi.

Terdapat empat varian yang masuk dalam kategori diwaspadai, yaitu:

  • Varian B.1.1.7 yang kemudian disebut varian Alpha
  • Varian B.1.351 yang kemudian disebut varian Beta
  • Varian P.1 yang kemudian disebut varian Gamma
  • Varian B.1.617.2 yang kemudian disebut varian Delta

3. Lebih menular

Dilansir dari ndtv.com, para ilmuwan dari India menyebut, varian Delta disebut 50 persen lebih menular daripada varian Alpha atau varian pertama virus corona.

Itulah sebabnya para ilmuwan percaya itu menjadi varian dominan secara global.

Meski demikian, para ilmuwan mengatakan tidak ada bukti peran varian Delta dalam menyebabkan banyak kematian atau tingkat keparahan kasus yang lebih besar.

4. Mendominasi Inggris

Selain menyebabkan gelombang kedua Covid-19 di India, varian Delta kini mendominasi Inggris.

Departemen Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) menyebutkan, para ahli meyakini bahwa varian Delta kini telah melampaui Alpha.

Data resmi menunjukkan, 278 orang dengan varian Delta pergi ke rumah sakit dalam keadaan darurat minggu ini. Sementara, minggu sebelumnya dilaporkan ada 201 orang dengan varian Delta.

Adapun, sebagian besar pasien tersebut belum menerima vaksinasi.

5. Vaksin masih efektif

Sumber: Kompas.com

Halaman selanjutnya

Menurut laman Pemerintah Inggris, 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved