Natrium pada Mi Instan, Apa Pengaruhnya bagi Tubuh?

Sifatnya sangat mudah bereaksi dengan air dan mudah teroksidasi. Natrium juga termasuk dalam larutan elektrolit tubuh.

Editor: Geafry Necolsen
net
Sifatnya sangat mudah bereaksi dengan air dan mudah teroksidasi. Natrium juga termasuk dalam larutan elektrolit tubuh. 

Selain itu, Tan mengungkapkan, menurut anjuran konsumsi gula, garam, dan lemak per hari dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dijelaskan bahwa anjuran konsumsi garam adalah 2.000 mg natrium atau setara dengan garam 1 sendok teh (sdt) per orang per hari.

"Kita punya patokan ini. Tapi sekali lagi, jangan cuma fokus di garam dapurnya. Tapi diam-diam ada garam tersembunyi di makanan lain," ujar Tan.

Makanan lain ini juga termasuk dalam pangan ultra proses, di mana proses pembuatannya melibatkan karbonisasi, pemadatan, penambahan massa, dan lainnya.

Ia menambahkan, salah satu pangan ultra proses juga menggunakan penambahan "food addtivities" seperti gula, garam, lemak, perisa, penguat rasa, dan sebagainya.

Pembuatan makanan ini ditargetkan dengan konsumsi yang praktis dan disukai oleh lidah.

Contoh produk massal industri yang dibuat dengan ultra proses antara lain, roti, sereal, pangan kemasan, pasta, biskuit, permen, es krim, margarin, selai, yogurt, dan lainnnya.

Dampak konsumsi natrium berlebih

Tak hanya enak untuk dikonsumsi, Tan juga menjelaskan beberapa dampak yang dinilai merugikan bagi tubuh jika kita mengonsumsi natrium secara berlebihan.

"Kalium (potasium) jadi rendah, akibatnya tekanan darah naik dan menyebabkan risiko penyakit jantung," ujar Tan.

"Kerusakan pembuluh darah: dengan risiko pikun, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke, penyakit ginjal kronik," lanjut dia.

Selain itu, konsumsi garam berlebih juga memungkinkan untuk terjadi kegemukan, kerapuhan tulang, dan kanker lambung meningkat.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved