Memisahkan Ibu & Bayi Baru Lahir di Tengah Pandemi Justru Berisiko

Studi terbaru dari WHO dan mitra menunjukkan, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perawatan kepada bayi prematur dan bayi baru lahir yang sakit.

Editor: Geafry Necolsen
HelloSehat
Studi terbaru dari WHO dan mitra menunjukkan, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perawatan kepada bayi prematur dan bayi baru lahir yang sakit. 

Studi ini memperkirakan bahwa risiko bayi baru lahir tertular Covid-19 akan mengakibatkan kurang dari 2.000 kematian.

Akan tetapi, infeksi Covid-19 selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Oleh karena itu penting untuk memastikan perawatan yang tepat diberikan untuk mendukung bayi prematur dan orang tua mereka selama pandemi.

Menurut perkiraan terbaru, 15 juta bayi lahir prematur (lahir sebelum 37 minggu) setiap tahun dan 21 juta bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (di bawah 2,5 kg).

Bayi-bayi ini menghadapi risiko kesehatan yang signifikan termasuk kecacatan, keterlambatan perkembangan dan infeksi.

Sementara komplikasi terkait keprematuran adalah penyebab utama kematian bayi baru lahir dan anak di bawah 5 tahun.

Kebijakan di 62 negara

Dalam studi British Medical Journal (BMJ) Global Health, dua pertiga petugas kesehatan di 62 negara melaporkan bahwa mereka tidak mengizinkan ibu dengan dugaan atau positif Covid-19.

WHO mengatakan, para ibu harus terus berbagi kamar dengan bayinya sejak lahir dan dapat menyusui serta melakukan kontak kulit-ke-kulit.

Dilansir dari Reuters, Selasa (16/3/2021), dari 1.120 petugas kesehatan yang disurvei mengatakan mereka akan memisahkan bayi dari ibunya yang diduga atau telah terpapar Covid-19.

Lebih dari 85 persen dari mereka yang disurvei melaporkan mengkhawatirkan kesehatan mereka sendiri, dengan kekurangan alat pelindung diri (APD), stres dan kahwatir akan keselamatan dirinya.

Di beberapa rumah sakit, survei mengungkapkan bahwa sumber daya penting, seperti tenaga medis dan pasokan oksigen dipindahkan dari bangsal bayi baru lahir ke bangsal Covid-19.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved