Memisahkan Ibu & Bayi Baru Lahir di Tengah Pandemi Justru Berisiko

Studi terbaru dari WHO dan mitra menunjukkan, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perawatan kepada bayi prematur dan bayi baru lahir yang sakit.

Editor: Geafry Necolsen
HelloSehat
Studi terbaru dari WHO dan mitra menunjukkan, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perawatan kepada bayi prematur dan bayi baru lahir yang sakit. 

Perawatan "Ibu kangguru" adalah metode asuhan khusus bagi bayi baru lahir dengan berat yang rendah atau bayi prematur dengan melakukan kontak langsung antara kulit ibu dan kulit bayi.

“Perawatan "Ibu Kanguru" adalah salah satu cara kami yang paling hemat biaya untuk melindungi bayi baru lahir yang kecil dan sakit. Menurut analisis kami, risiko ini jauh lebih besar daripada kemungkinan kecil bayi yang baru lahir terkena penyakit parah akibat Covid-19," kata Dube.

Hal ini berguna untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup bayi prematur atau bayi dengan berat yang rendah, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah, di mana jumlah kelahiran prematur dan kematian bayi besar.

Sebanyak 125.000 nyawa bayi dapat diselamatkan dengan cakupan penuh perawatan "ibu kanguru".

Untuk bayi yang lahir prematur atau berat badan rendah, perawatan ibu kanguru dengan kontak langsung secara dini dan berkepanjangan.

Begitu juga pemberian ASI eksklusif yang berperan penting.

Di antara bayi yang lahir prematur atau berat badan rendah, perawatan ibu kanguru telah terbukti mengurangi kematian bayi sebanyak 40 persen, hipotermia lebih dari 70 persen, dan infeksi parah hingga 65 persen.

Risiko penularan pada bayi

Desakan ini tentu menimbulkan pertanyaan soal risiko penularan Covid-19 pada bayi.

Menurut WHO, penelitian melaporkan sebagian besar tidak ada gejala atau penyakit ringan dari Covid-19 pada bayi baru lahir yang terinfeksi.

Risiko kematian neonatal juga terpantau rendah.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved