Tahukah Kamu? Bayi Sudah Mulai Belajar Bahasa Sejak dalam Kandungan

Tangisan adalah bahasa yang digunakan bayi untuk berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.

Editor: Geafry Necolsen
net
Tangisan adalah bahasa yang digunakan bayi untuk berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. 

Tahukah Kamu? Bayi Sudah Mulai Belajar Bahasa Sejak dalam Kandungan

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Bayi ternyata sudah bisa mendengar semua suara yang ada di sekitarnya meski masih dalam kandungan.

Itu sebabnya segera setelah dilahirkan, bayi bisa membedakan suara ibunya dengan suara orang lain. Selain belajar mendengar, ternyata bayi belajar bahasa juga, lho, selama di dalam rahim ibu!

Bayi belajar bahasa sejak dalam kandungan

Salah satu tanda yang bisa Anda perhatikan untuk mengetahui bahwa malaikat kecil Anda sudah “ahli” berbahasa sejak dalam kandungan adalah dengan mendengarkan tangisannya.

Tangisan adalah bahasa yang digunakan bayi untuk berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Misalnya ketika ia merasa lapar, kedinginan, kesakitan, atau sedang sedih.

Namun ternyata, melodi tangisan setiap bayi itu tidak sama.

Dilansir dari Science Daily, Kathleen Wermke, peneliti dari Universitas Wurzburg di Jerman, mengatakan bahwa irama tangisan bayi bisa berbeda-beda karena selama dalam kandungan, ia mendengar aksen ibunya saat berbicara.

Beberapa orang meyakini bahwa apabila bayi dibedong, bayi akan merasa hangat. Dengan begitu, bayi tidak mudah sakit karena kedinginan. 
Beberapa orang meyakini bahwa apabila bayi dibedong, bayi akan merasa hangat. Dengan begitu, bayi tidak mudah sakit karena kedinginan.  (Istimewa)

Bayi yang lahir dari Ibu berbahasa Prancis cenderung memiliki melodi tangisan yang tinggi, sedangkan bayi yang lahir dalam keluarga berbahasa Jerman cenderung memiliki melodi tangisan yang rendah.

Penelitian lain juga pernah membandingkan dua kelompok tangisan bayi, yaitu bayi keturunan Cina dan bayi keturunan Jerman.

Setelah diamati melodi serta nada tangisannya, hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa tangisan bayi yang berasal dari keturunan Cina memiliki melodi yang lebih bervariasi dibandingkan dengan bayi dari keluarga Jerman.

Hal ini menunjukkan adanya kesamaan dari aksen berbahasa yang sehari-hari dipakai oleh orangtuanya, karena bayi belajar bahasa ibu sejak masih dalam kandungan.

Terlebih, ketika diberikan rangsangan suara dengan bahasa yang digunakan ibunya sehari-hari, hampir semua bayi merespon aktif.

Sedangkan ketika diberikan rangsangan atau stimulasi suara yang menggunakan bahasa asing, bukan bahasa sehari-hari yang ia dengarkan, maka bayi-bayi tersebut tidak menunjukkan respon yang sama.

Yang didengar bayi selama dalam kandungan tetap diingat sampai dewasa

Bahasa yang didengar selama dalam kandungan pun ikut memengaruhi penyerapan diksi (pemilihan kata), kosakata, serta produksi suara bayi ketika ia besar nanti.

Meskipun perubahan lingkungan bahasa terjadi sebelum anak-anak dapat berbicara.

Ini dibuktikan dengan suatu penelitian yang mengamati sekelompok orang dewasa keturunan Korea yang lahir dan tumbuh besar di Belanda, tapi tidak bisa berbahasa Korea.

Setelah diminta untuk tinggal selama 6-17 bulan di lingkungan khusus dengan orang-orang yang fasih bahasa Korea, pelafalan bahasa Korea mereka jauh lebih lancar daripada pengucapan orang keturunan Belanda asli yang fasih berbahasa Korea.

Dr. Patricia Kuhl di University of Washington mengungkapkan bahwa bayi mampu membedakan semua suara berbeda yang digunakan dalam semua bahasa dunia.

Dalam enam bulan pertama kehidupannya, bayi sudah lebih baik dalam membedakan macam-macam suara yang digunakan dalam bahasa mereka sendiri dan menghilangkan ragam suara yang tidak biasa mereka dengar.

Misalnya pada bayi yang tumbuh di negara Jepang, seiring tumbuh kembangnya mereka akan kehilangan kemampuan untuk membedakan “L” dan “R” sehingga semua kata yang mengandung “L” menjadi “R”.

Sementara bayi yang tumbuh besar di negara Korea akan cenderung mempertahankan kemampuan pengucapan “tal”, “dal”, dan “ddal”.

Bayi minum susu
Bayi minum susu (net)

Bagaimana cara bayi belajar bahasa dalam kandungan?

Bayi belajar bahasa dimulai dari dalam kandungan, dengan mendengarkan musik atau cara bicara ibunya. 

Penelitian yang dilakukan oleh Pacific Lutheran University ini menyatakan bahwa pada usia kehamilan 10 minggu terakhir, bayi yang ada di dalam kandungan mendengar ketka ibu mengajaknya bicara, dan saat lahir ia memberikan respon bahwa ia mengerti apa yang dikatakan ibunya selama di kandungan.

Pasalnya, organ koklea (organ penting dalam indera pendengaran yang ada di telinga) janin sudah mulai berkembang di usia kehamilan 24 minggu dan terus berlanjut sampai kelahirannya.

Kemudian, sensor pendengaran dan otak bayi sudah mulai berkembang ketika janin berusia 30 minggu.

Mulai dari usia ini, otak bayi sudah mampu membedakan pola suara yang berulang dan menanamkannya pada ingatan sehingga kemudian mereka lontarkan ketika mereka mulai bisa berbicara.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved