Tahukah Kamu? Bayi Sudah Mulai Belajar Bahasa Sejak dalam Kandungan

Tangisan adalah bahasa yang digunakan bayi untuk berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.

Editor: Geafry Necolsen
net
Tangisan adalah bahasa yang digunakan bayi untuk berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. 

Dalam enam bulan pertama kehidupannya, bayi sudah lebih baik dalam membedakan macam-macam suara yang digunakan dalam bahasa mereka sendiri dan menghilangkan ragam suara yang tidak biasa mereka dengar.

Misalnya pada bayi yang tumbuh di negara Jepang, seiring tumbuh kembangnya mereka akan kehilangan kemampuan untuk membedakan “L” dan “R” sehingga semua kata yang mengandung “L” menjadi “R”.

Sementara bayi yang tumbuh besar di negara Korea akan cenderung mempertahankan kemampuan pengucapan “tal”, “dal”, dan “ddal”.

Bayi minum susu
Bayi minum susu (net)

Bagaimana cara bayi belajar bahasa dalam kandungan?

Bayi belajar bahasa dimulai dari dalam kandungan, dengan mendengarkan musik atau cara bicara ibunya. 

Penelitian yang dilakukan oleh Pacific Lutheran University ini menyatakan bahwa pada usia kehamilan 10 minggu terakhir, bayi yang ada di dalam kandungan mendengar ketka ibu mengajaknya bicara, dan saat lahir ia memberikan respon bahwa ia mengerti apa yang dikatakan ibunya selama di kandungan.

Pasalnya, organ koklea (organ penting dalam indera pendengaran yang ada di telinga) janin sudah mulai berkembang di usia kehamilan 24 minggu dan terus berlanjut sampai kelahirannya.

Kemudian, sensor pendengaran dan otak bayi sudah mulai berkembang ketika janin berusia 30 minggu.

Mulai dari usia ini, otak bayi sudah mampu membedakan pola suara yang berulang dan menanamkannya pada ingatan sehingga kemudian mereka lontarkan ketika mereka mulai bisa berbicara.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved